Peran Kweekschool Bukittinggi dalam Bahasa Nasional Terungkap, Jadi Cikal Bakal Ejaan Bahasa Indonesia
Sejarah mencatat Peran Kweekschool Bukittinggi dalam Bahasa Nasional sangat krusial, menjadi tempat lahirnya Ejaan Van Ophuijsen yang merupakan cikal bakal Bahasa Indonesia.
Wali Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Ramlan Nurmatias, baru-baru ini mengungkapkan fakta penting mengenai sejarah Bahasa Indonesia. Ia menyebutkan bahwa cikal bakal bahasa persatuan Indonesia berawal dari Kweekschool yang kini dikenal sebagai SMAN 2 Bukittinggi. Kontribusi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan bangsa, mulai dari Sumpah Pemuda hingga Proklamasi Kemerdekaan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah seminar kebangsaan yang diselenggarakan di Bukittinggi, Minggu. Seminar ini bertujuan untuk memperingati 170 Tahun Kweekschool, sebuah lembaga pendidikan tertua di Sumatera. Acara tersebut menyoroti jejak intelektual, pemikiran, dan keteladanan tokoh besar alumni Sekolah Rajo.
Sejarawan sekaligus jurnalis senior Hasril Chaniago turut mendukung pernyataan Wali Kota Ramlan. Menurutnya, tanpa peran Kweekschool, Bahasa Indonesia seperti yang kita kenal hari ini mungkin tidak akan ada. Pembakuan Bahasa Melayu yang kemudian berkembang menjadi Bahasa Indonesia tidak lepas dari penyusunan Ejaan Van Ophuijsen di Fort de Kock, nama lama Kota Bukittinggi.
Asal Mula Ejaan Van Ophuijsen di Kweekschool
Ejaan Van Ophuijsen, yang menjadi tonggak awal standardisasi Bahasa Melayu dengan huruf Latin, disusun di Kweekschool Bukittinggi. Charles Adriaan van Ophuijsen adalah sosok utama di balik ejaan ini, dibantu oleh dua guru pribumi. Mereka adalah Engku Nawawi dan Mohammad Taib Sultan Ibrahim, yang saat itu mengajar di Kweekschool.
Penyusunan ejaan ini terjadi pada akhir abad ke-19 di Fort de Kock, nama lama untuk Kota Bukittinggi. Ejaan ini kemudian diperkenalkan melalui buku Kitab Logat Melayu pada tahun 1901 di Batavia. Sistem ini lantas digunakan secara luas dalam pendidikan, administrasi kolonial, hingga penerbitan resmi.
Ciri khas Ejaan Van Ophuijsen meliputi penggunaan "oe" untuk bunyi "u", "tj" untuk "c", dan "dj" untuk "j". Pembakuan Bahasa Melayu ini menjadi fondasi penting bagi perkembangan Bahasa Indonesia. Kontribusi Kweekschool dalam hal ini tidak dapat dipandang sebelah mata.
Kontribusi Kweekschool Lebih dari Sekadar Bahasa
Wali Kota Ramlan Nurmatias menegaskan bahwa Kweekschool tidak hanya melahirkan sistem bahasa, tetapi juga tokoh-tokoh besar. Tokoh-tokoh ini berperan penting dalam dunia pendidikan dan kebangsaan, termasuk dalam perkembangan perguruan tinggi di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa dampak Kweekschool melampaui sekadar pembentukan ejaan.
Bahasa Indonesia berawal dari Bahasa Melayu yang dibakukan melalui ejaan yang lahir di Kweekschool. Dari sinilah lahir bahasa pemersatu bangsa, sebuah fakta yang selama ini banyak tidak diketahui oleh masyarakat luas. Peran Kweekschool dalam menyatukan bangsa melalui bahasa sangatlah signifikan.
Sejarawan Hasril Chaniago juga menekankan bahwa tanpa Kweekschool, tidak akan ada Bahasa Indonesia seperti yang dikenal saat ini. Kweekschool Fort de Kock menjadi pusat intelektual yang membentuk identitas linguistik dan nasional. Lembaga ini menjadi saksi bisu lahirnya fondasi Bahasa Indonesia.
Makna Peringatan 170 Tahun Kweekschool
Seminar kebangsaan ini diselenggarakan dalam rangkaian peringatan 170 Tahun Kweekschool, sebuah sejarah panjang hadirnya lembaga pendidikan tertua di Sumatera. Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Hasril Chaniago, Isa Gautama, dan Dedi Yusmen. Diskusi mendalam mengenai jejak intelektual dan keteladanan alumni menjadi fokus utama.
Momentum 170 tahun Kweekschool menjadi sebuah refleksi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi para pemangku kepentingan. Baik pihak sekolah maupun alumni, khususnya Ikatan Alumni SMAN Birugo (IASMA Birugo), diharapkan dapat menjaga warisan ini. Sekretaris Pengurus Pusat IASMA Birugo, Febri Zulhenda, menyampaikan hal ini.
Peringatan ini menjadi pengingat akan pentingnya Kweekschool dalam sejarah pendidikan dan kebangsaan Indonesia. Kontribusinya dalam melahirkan Bahasa Indonesia serta tokoh-tokoh berpengaruh patut untuk terus dikenang dan dipelajari. Kweekschool adalah simbol dari kemajuan pendidikan di masa lalu.
Sumber: AntaraNews