Perampok penumpang taksi online di Tambora hendak menabrak polisi saat ditangkap
Perampok penumpang taksi online di Tambora hendak menabrak polisi saat ditangkap. Proses penangkapan sempat mendapat perlawanan pelaku. Para tersangka hendak menabrakkan kendaraannya ke petugas polisi.
Komplotan perampok penumpang taksi online di kawasan Tambora, Jakarta Barat, sudah merencanakan aksinya. Dugaan itu setelah kepolisian menemukan senjata api rakitan di mobil digunakan para pelaku menjalankan aksinya.
"Mereka berniat rampok, ada senpi rakitan. Sehingga saat penghadangan tadi pagi, mereka coba melawan, di daerah Pesing, Jakarta Barat," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (26/4).
Hengki mengatakan, proses penangkapan sempat mendapat perlawanan pelaku. Para tersangka hendak menabrakkan kendaraannya ke petugas polisi.
"Tampaknya bocor karena 2 orang ini mau tabrak polisi. Dicoba diadang, yang bersangkutan mencoba tabrak petugas, ada 3 peluru yang bersarang, tapi tembakan lebih dari 3," ujar dia.
Setelah ditangkap, para tersangka langsung dilakukan tes urine. Hasilnya para tersangka positif menggunakan narkoba.
"Setelah urine dicek juga positif narkoba. Dari 365 Polres Jakarta Barat ada hubungan narkoba dan kejahatan jalanan," ujarnya.
Lalu, setelah itu petugas memeriksa handphone milik tersangka, dan aplikasi yang digunakan oleh tersangka untuk merampok korban tidaklah resmi.
"Dan kemudian jadi catatan, ternyata drivernya enggak resmi. Ini aplikasinnya orangtua tirinya. Saat mereka istirahat dipakailah mobil ini," ucapnya.
Sampai saat ini, polisi masih terus mendalami kejadian tersebut. Hal itu untuk mengetahui sudah berapa lama para tersangka ini menjalankan aksi kejahatan dengan memanfaatkan taksi online.
"Sementara kita dalami (sudah berapa lama pelaku beraksi), kompolotannya 3 orang dan saat ditangkap di Jakarta Utara, mereka lakukan perlawanan kita kejar otaknya dan kita tangkap mobilnya," tandasnya.
Seperti diketahui, Seorang perempuan, Sansan (24) menjadi korban penyekapan saat naik taksi online dari Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Senin (23/4) sekira pukul 06.30 Wib. Ia hendak menuju Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, kejadian bermula saat San San memesan taksi online dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat sudah berada di dalam taksi online, tiba-tiba muncul dua orang berniat jahat dari kursi bagian belakang.
"Korban langsung disekap dua orang tak dikenal dengan jaket. Lalu, kaki korban diikat," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (25/4).
Dibuat tak berdaya, para pelaku langsung mengambil barang berharga dalam genggaman korban, yakni berupa satu unit ponsel genggam merek Samsung, kartu Anjungan Tunai Mandiri, dan uang tunai senilai Rp 430.000.
Baca juga:
Polres Jakbar panggil pihak Grab terkait penumpang dirampok di Tambora
Rampok penumpang Grab di Tambora batal memperkosa karena korban haid
Polisi ringkus rampok penumpang taksi online 'ngumpet' di jok belakang
Kantongi identitas pelaku, polisi kejar 3 penyekap penumpang taksi online di Tambora