Penyuap Dewie Limpo satu-satunya yang paham ilmu listrik di Deiyai
Marte menilai bahwa Iren satu-satunya orang asli Deiyai yang berlatar belakang pendidikan listrik.
Kepala suku Mee kabupaten Deiyai, Kecamatan Deli Timur, Papua, Marte Adii mengakui bahwa tidak ada yang mengerti soal listrik selain Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Deiyai, Papua Irenius Adii yang mengerti listrik. Marte menilai bahwa Iren satu-satunya orang asli Deiyai yang berlatar belakang pendidikan listrik.
Hal tersebut disampaikan saat dirinya menjadi saksi Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Deiyai, Papua Irenius Adii dan pemilik PT Bumi Abdi Cendrawasih Setiadi Jusuf dalam kasus dugaan suap usulan penganggaran proyek pembangunan infrastruktur energi baru dan terbarukan (PLTMH) tahun anggaran 2016 Kab Deiyai, Papua.
"Hanya Pak Irenius yang mengerti soal Listrik jadi dia peduli kepada Kabupaten Deiyai," ucapnya di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta, Kamis (25/2).
Marte pun menceritakan bahwa di Deiyai tidak ada aliran listrik sehingga hanya Irenius dan dipercaya. Menurutnya masyarakat senang dengan adanya proyek penarangan di Kabupaten Deiyai.
"Kami senang dengan adanya proyek yang diusulkan oleh irenius. Karena Listrik tidak ada, kalau malam gelap-gelap saja. Semua sampai kantor kabupaten," tambahnya.
Marte juga menceritakan sebelumnya bahwa pihaknya sudah meminta kepada pemerintah untuk memasang aliran listrik dan untuk menerangi Papua. "Pernah suruh minta urus listrik sudah pernah sudah bicara banyak orang Deiyai memintanya namun belum ada tindakan," bebernya.
"Tapi iren adalah harapan kami untuk penerangan Deiyai," tandasnya.
Diketahui sebelumnya, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Deiyai, Papua Irenius Adii dan pemilik perusahaan, Setyadi menyuap anggota DPR komisi VII Dewi Yasin Limpo melalui sekretaris pribadi Dewi, Rinelda. Mereka menyuap Dewi Yasin limpo SGD 177.000 atau Rp 1,7 miliar untuk memuluskan proyek pembangunan infrastruktur energi baru dan terbarukan (PLTMH) tahun anggaran 2016 Kab Deiyai, Papua.(mdk/eko)