Penyu sisik dilepasliarkan BKSDA Jateng
Saat ditemukan, penyu tersebut mengalami luka karena terhempas ombak dan mengenai karang.
Seekor penyu sisik (Eretmochelys imbricate) yang ditemukan terdampar di daerah Pantai Karangpandan di Timur Pulau Nusakambangan, Cilacap Jawa Tengah pada Kamis (13/11), dilepasliarkan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Senin (17/11).
Pelepasliaran tersebut dilakukan di pantai tempat penyu sisik terdampar. "Tadi kami membawa penyu sisik tersebut untuk dilepasliarkan lagi. Lokasi pelepasliaran di sekitar Pantai Karangpandan, Nusakambangan Timur," kata Petugas Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Seksi Konservasi wilayah II Teguh Arifianto saat dihubungi wartawan, Senin (17/11).
Sebelum dilepasliarkan, jelas Teguh, penyu sisik tersebut di karantina untuk penyembuhan luka yang dialami hewan tersebut. Saat ditemukan, penyu tersebut mengalami luka karena terhempas ombak dan mengenai karang.
"Karena itu, penyu sisik tersebut kami karantina sementara, agar lukanya sembuh. Sesudah menunggu tiga hari, kondisi penyu sudah membaik, sehingga langsung kami lepaskan," ujarnya.
Teguh menjelaskan, penyu sisik merupakan salah satu penyu yang dilindungi karena saat ini terancam punah. Penyu sisik sendiri memiliki keunikan, yakni cangkang bagian pinggir seperti gergaji. Bahkan, cangkang penyu sisik juga dapat berubah warna sesuai dengan temperatur air.
Baca juga:
Melihat kondisi Bina, badak Sumatera usia 31 tahun di Way Kambas
Kehidupan kawanan gajah Sumatera di Way Kambas
Orangutan di Rawa Tripa terancam karena hutan gambut dibakar
Buaya muara Aceh Jaya ditempatkan di dalam kandang burung
Hutan beralih fungsi, Harimau Jawa di Lebak semakin punah
Tangkap rusa di kuburan, Aiptu Hartono ditanduk