LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Penyiram air keras yang tewaskan siswi SD diburu polisi

"Aku tidak ada dendam pada orang lain. Kalau ada yang dendam denganku, aku nggak tahu," ujar ayah korban, Harmoko.

2013-10-31 15:26:05
Penyiraman Air Keras
Advertisement

Polisi masih memburu pelaku penyiraman air keras yang menewaskan Amelia Sembiring (7) di Patumbak, Deliserdang. Sejumlah barang bukti sudah diamankan dan saksi mulai diperiksa.

"Kita sudah memeriksa dua orang saksi. Kita juga sudah mengamankan barang bukti berupa ember, botol plastik dan botol air mineral serta sarung tangan dan sepatu pelaku," jelas Kapolsek Patumbak AKP Andiko Wicaksono, Kamis (31/10).

Barang bukti itu ditemukan tak jauh dari kediaman keluarga Harmoko Sembiring, ayah Amelia, di Perumahan Graha Pesona Amplas di Dusun VI Desa Patumbak Kampung, Patumbak, Deliserdang.

Pelaku diduga sempat tersiram air keras yang mental saat Harmoko menutup pintu, karena sarung tangan kain yang ditinggalkannya rusak parah, berubah warna dan menciut pada bagian jarinya. Sementara itu, sepatu pelaku juga tertinggal saat melarikan diri naik ke dalam mobil yang sudah disiapkan tak jauh dari lokasi.

Polisi juga masih mendalami motif penyiraman itu. Sementara itu, ayah korban, Harmoko Sembiring tak mau menduga-duga latar belakang penyiraman itu.

"Aku tidak punya musuh. Aku tidak ada dendam pada orang lain. Kalau ada yang dendam denganku, aku nggak tahu," ucapnya.

Seperti diberitakan, Amelia Sembiring tewas setelah terkena air keras yang diduga ditujukan untuk ayahnya. Penyiraman air keras terjadi pada Rabu (30/10) malam sekitar pukul 18.30 WIB. Semula siraman air keras hanya mengenai pintu.

Saat ayahnya mengejar pelaku, Amelia mengikutinya. Bocah itu terjerembab telungkup di genangan air keras yang disiramkan pelaku. Dia menjerit kepanasan.

Harmoko yang mencoba menyelamatkan putrinya nya juga terkena cairan di kaki dan tangannya. Dia kemudian membawa Amelia ke klinik setempat. Dari sana, bocah itu dirujuk ke RS Sembiring, Delitua, lalu kembali dirujuk ke Adam Malik dan meninggal dunia di sana.

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.