Penyintas Covid-19, Bima Arya Tak Bisa Disuntik Vaksin Sinovac
Jadwal pengiriman vaksin di Kota Bogor berlangsung antara 11-14 Januari 2021. Pemkot Bogor juga telah menunjuk 25 Puskesmas dan beberapa rumah sakit yang telah memiliki rantai pendingin untuk lokasi vaksinasi.
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menjadi orang pertama yang akan diberikan vaksin Covid-19 di Kota Bogor. Awalnya, Wali Kota Bima Arya yang akan diberi vaksin, namun karena dia merupakan penyintas maka tidak bisa diberikan vaksin.
Dedie pun mengaku siap divaksin, meski dia tidak bisa menutupi rasa deg-degan. Untuk menghilangkan rasa was-was itu, Dedie memilih menyibukkan diri dengan olahraga bersepeda agar tubuhnya tetap bugar.
"Dia saja bila instruksi Mendagri seperti itu," kata Dedie, Rabu (6/1).
Kata Dedie, Bima Arya tidak memenuhi persyaratan penerima vaksin lantaran sebelumnya pernah positif terinfeksi Covid-19. Sekretaris Daerah (Sekda) Syarifah Sofiah pun sama, merupakan penyintas.
"Pak Bima pernah Covid-19, Ibu Sekda pernah, maka dari itu saya lah untuk penerima vaksin pertama," jelasnya.
Jadwal pengiriman vaksin di Kota Bogor berlangsung antara 11-14 Januari 2021. Pemkot Bogor juga telah menunjuk 25 Puskesmas dan beberapa rumah sakit yang telah memiliki rantai pendingin untuk lokasi vaksinasi.
"Penyuntikan dua hari setelah vaksin datang dan harus diselesaikan maksimum tiga bulan. Setiap orang maksimum 40 menit dari pendaftaran, screening, suntik dan observasi 30 menit. Kalau ada reaksi maka ditangani petugas emergency," katanya.
Baca juga:
Vaksin Covid-19 di Palangka Raya Dimulai dari Wali Kota
Menkes Upayakan Vaksinasi Covid-19 di Seluruh Indonesia Dalam 1 Tahun
Jokowi: Vaksinasi Covid-19 Dimulai Pekan Depan
YLKI Ingatkan BPOM Harus Independen dan Profesional dalam Uji Coba Vaksin Covid-19
Jokowi Sebut 329.500.000 Vaksin Covid-19 Sudah Dipesan
China Klaim Mampu Produksi 1 Miliar Dosis Vaksin Sinopharm di 2021