Penyidik cek kondisi Setnov, Jubir KPK sebut pihak rumah sakit tak kooperatif
Febri melanjutkan, tim penyidik juga tidak menemukan dokter yang menangani Setya Novanto. Sehingga pihaknya belum mendapat keterangan mengenai kondisi Novanto. KPK meminta pengelola rumah sakit untuk kooperatif dan tidak mempersulit kerja penyidik lembaga antirasuah.
Penyidik dan dokter dari tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengecekan kondisi Ketua DPR Setya Novanto di RS Permata Hijau, Jakarta Selatan, Kamis (16/11). Setya Novanto dikabarkan dirawat setelah mengalami kecelakaan di Jalan Berlian, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Juru bicara KPK Febri Diansyah mendapat informasi tidak menyenangkan dari tim penyidik yang melakukan pengecekan ke rumah sakit tersebut. "Sejauh ini ada informasi yang kami terima pihak-pihak tertentu tidak koperatif," ujar Febri melalui pesan singkat.
Febri melanjutkan, tim penyidik juga tidak menemukan dokter yang menangani Setya Novanto. Sehingga pihaknya belum mendapat keterangan mengenai kondisi Novanto. Padahal sebelumnya pengacara Novanto menyebut kliennya ditangani empat orang dokter dan perawat khusus.
"Di lokasi tidak ditemukan dokter jaga yang bertanggungjawab yang dapat menjelaskan kondisi SN," ucapnya.
Dari semua itu, KPK meminta semua pihak, termasuk pengelola rumah sakit untuk kooperatif dan tidak mempersulit kerja penyidik lembaga antirasuah.
"Pihak manajemen RS kami harapkan tidak mempersulit kerja penyidik KPK di lokasi," pintanya.
Baca juga:
'Kalau tidak cepat dirawat di Singapura, Setya Novanto bisa lupa ingatan'
Siapa pemilik mobil Fortuner yang dinaiki Setnov saat kecelakaan?
Pemred Metro TV benarkan Hilman bawa Setnov untuk live di studio
Polisi kembali olah TKP kecelakaan mobil Setya Novanto
Setya Novanto kecelakaan, Twitter ramai tagar #SaveTiangListrik
Polisi periksa 4 orang terkait kecelakaan Setnov, ini hasilnya