Penyerangan 2 Brimob di masjid, kakak & teman SMA pelaku diperiksa
Polri terus mendalami kasus penyerangan terhadap dua anggota Brigade Mobil (Brimob) di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (30/6). Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, empat saksi sudah diperiksa terkait kasus tersebut.
Polri terus mendalami kasus penyerangan terhadap dua anggota Brigade Mobil (Brimob) di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (30/6). Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, empat saksi sudah diperiksa terkait kasus tersebut.
"Empat orang itu di antaranya kakak pelaku, suami dari kakak pelaku, teman SMA, dan teman berdagangnya," ungkap Setyo saat berbincang dengan merdeka.com melalui sambungan telepon, Minggu (2/6).
Pelaku diketahui bernama Mulyadi (28) warga kampung Pagaulan, Desa Suka Resmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Mulyadi merupakan pedagang kosmetik di Pasar Roxy, Bekasi.
Empat orang saksi tersebut sengaja dimintai keterangan karena diyakini mengetahui aktivitas pelaku sehari-sehari. Setyo menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, dua hari sebelum melakukan penyerangan terhadap dua anggota Brimob, pelaku sempat menginap di kediaman teman SMAnya.
"Alasannya pelaku belum pernah bertemu temannya sejak lima tahun lalu," kata Setyo.
Setyo juga membeberkan, dua bulan lalu pelaku sempat tinggal bersama rekan kerjanya. Kemudian belakangan pelaku tinggal bersama kakak perempuan dan iparnya. Setyo menekankan, Polri terus mendalami kasus ini, namun dia belum bisa membeberkan lebih jauh hasil pengembangannya.
Diberitakan sebelumnya, dua petugas Brimob diserang usai menjalankan ibadah di Masjid Falatehan. Dua brimob yang jadi korban penyerangan itu adalah Ajun Komisaris Dede Suhatmi (Komandan Kompi Resimen Satu, Gegana) dan Brigadir Satu Syaiful Bahri (anggota Resimen Tiga, Pelopor).
Penyerangan terjadi bermula saat Dede dan Syaiful menjalankan salat Isya berjamaah di Masjid Falatehan. Usai salat, keduanya beserta jamaah lain saling bersalaman. Pelaku yang saat itu berbaur dengan jemaah langsung mengeluarkan pisau.
"Pelaku mengeluarkan (pisau) sangkur dan secara acak menyerang (dua brimob) sambil berteriak kafir-kafir," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Rikwanto.
Akibat penikaman, Dede dan Syaiful mengalami luka di bagian pipi. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina untuk mendapatkan pengobatan.
Setelah menikam 2 brimob, pelaku melarikan diri ke Terminal Blok M sambil mengancam kelompok anggota brimbo yang sedang bertugas jaga. Salah satu anggota brimob yang melihat kejadian itu melepaskan tembakan peringatan. Namun pelaku malah berbalik arah menantang anggota tersebut sambil mengacungkan pisau. Sesaat kemudian anggota brimbo melepaskan tembakan kedua hingga melumpuhkan pelaku.
Baca juga:
Mendagri: Kawan & lawan sulit dilihat, salat saja ada yang mengancam
Pelaku penikam dua Brimob di Masjid Falatehan simpatisan ISIS
Penyerangan 2 Brimob di masjid, kakak & teman SMA pelaku diperiksa
Dua anggota Brimob korban penusukan mulai belajar duduk dan jalan
DPR: Deradikalisasi harus massif ke kelompok rentan disusupi teroris
Antisipasi penyerangan, Polisi Riau dan TNI gelar patroli besar
Setelah operasi, kondisi dua Brimob korban penusukan semakin membaik