LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Penyerang Pospol di Tangerang pesan golok ke Abah Jamin

"Baru malam Minggu kemarin dia ambil goloknya. Saya waktu itu sedang ngobrol sama teman, tiba-tiba lihat dia sedang berjalan menuju rumah pembuat golok," ujarnya

2016-10-20 20:49:50
Pospol di Tangerang diserang
Advertisement

Sultan Azianzah (22), pelaku penyerangan tiga anggota polisi di Pospol Tangerang, memesan golok yang tak jauh dari rumahnya. Yaitu di Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten yang berjarak sekitar 200 meter. Hal tersebut dikatakan oleh teman pelaku, Nurdiansyah.

"Baru malam Minggu kemarin dia ambil goloknya. Saya waktu itu sedang ngobrol sama teman, tiba-tiba lihat dia sedang berjalan menuju rumah pembuat golok," ujarnya di lokasi, Kamis (20/10) malam.

Nurdiansyah melanjutkan, pelaku memesan melalui cucu pembuat golok, Syahrul. Di mana pembuat golok dikenal warga bernama Abah Jamin.

"Enggak ada yang tahu bakal digunakan untuk apa (waktu memesan). Banyak juga yang memesan, tapi kan kegunaannya bermacam-macam," jelas Nurdiansyah.

Ketika tim merdeka.com menyambangi rumah Abah Jamin yang berumur sekitar 70-an. Abah Jamin tampak telah pikun dan pendengarannya kurang baik.

"Banyak yang buat, saya juga lupa lagi. Nih lihat, saya sudah tua dan berjanggut putih," ujar Abah Jamin.

"Saya bukan buat golok doang. Saya enggak tahu (keperluan pelaku). Harganya bermacam-macam, kalau golok sekitar Rp 35 (35 ribu)," pungkas Jamin.

Sedangkan Nurdiansyah menambahkan, saat kejadian penyerangan di Pospol Tangerang, kakak dari pelaku Sultan Azianzah kehilangan pistol.

"Pistolnya dibawa sama pelurunya juga waktu kejadian. Warga tahu itu info itu soalnya dengar omongan kakaknya kehilangan pistol. Dia bawa itu pistolnya, ya mungkin enggak sempat dipakai," jelas Nurdiansyah.

Menurut Nurdiansyah, dirinya pernah mendengar cerita kalau pelaku tidak suka sama kakaknya yang berprofesi sebagai polisi.

"Dia enggak cerita tentang alasannya nyerang polisi. Cuma dengar-dengar cerita orang dia dendam sama abangnya. Kagak tahu (alasan dendam), katanya sih karena abangnya polisi (mungkin)," ujarnya.

Pihak kepolisian telah mengamankan beberapa barang bukti atas kejadian tersebut. Seperti 1 buah senjata tajam jenis pisau, 1 buah badik beserta sarungnya dan 2 buah benda yang diduga bom pipa. Kemudian 1 satu tas warna hitam, 1 buah sorban putih, dan 1 buah stiker yang menempel di Pos Lantas.

(mdk/sho)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.