Penyebab pria tewas di Tendean Residence gagal jantung, kasus dihentikan
"Tidak ada (luka akibat sajam), hanya luka di pelipis itu pun akibat terbentur. Karena gagal jantung, jatuh dan kepalanya terbentur itu dari hasil sementara otopsi," kata Kapolres.
Polres Metro Jakarta Selatan telah menghentikan kasus penemuan mayat pria insial TFA (42) di Tendean Residence, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Sebab, penyebab kematian korban diklaim telah diketahui penyidik.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan berdasarkan hasil autopsi korban dinyatakan gagal jantung.
"Ketika gagal jantung yang bersangkutan jatuh, hingga kepalanya terbentur dan luka di bagian pelipis," ujar Indra saat dihubungi, Jumat (14/9).
Ia menambahkan, di tubuh korban tidak ditemukan adanya luka akibat senjata tajam (sajam).
"Tidak ada (luka akibat sajam), hanya luka di pelipis itu pun akibat terbentur. Karena gagal jantung, jatuh dan kepalanya terbentur itu dari hasil sementara otopsi," ujarnya.
Meskipun demikian, polisi masih mencari wanita yang saat itu bersama dengan korban. Hal itu guna menambahkan bukti-bukti.
Sementara itu dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Stefanus Tamuntuan kembali menegaskan, jika semua saksi telah diperiksa dan telah dipastikan yang bersangkutan sakit jantung.
"Sudah diperiksa semua mas, untuk perkara sudah ditutup karena hasil visum penyebab kematian adalah sakit jantung," kata Stefanus.
Baca juga:
Pria bercelana loreng di Karawang tewas dengan leher terputus
Tercium bau bahan bakar di kamar pemandu lagu tewas tanpa busana
Sebelum tewas di wisma Mr Classic, Ayu Agustin tak ikut pelatihan keterampilan
Pemandu karaoke ditemukan tewas di wisma Mr Classic
Bocah SD di Karawang ditemukan mengambang usai berenang di saluran irigasi
Ikhlas, keluarga Satpol PP di Solo tewas dibunuh hentikan proses hukum