Penyebab Bus Terjun ke Sungai di Guci Tegal Diduga Ulah Anak Kecil, Ini Kata Polisi
Terkait beredarnya kabar bus wisata tersebut berjalan karena dimainkan anak kecil, pihaknya belum bisa memastikan kebenarannya.
Polres Tegal masih mencari penyebab terjadinya kecelakaan bus wisata berjalan hingga terperosok ke sungai yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan puluhan luka-luka di obyek wisata Guci Pekalongan. Belasan saksi diperiksa sopir bus, kernet dan penumpang.
"Masih tahap penyelidikan. Kita masih meminta keterangan para saksi," kata Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun saat dikonfirmasi, Senin (8/5).
Terkait beredarnya kabar bus wisata tersebut berjalan karena dimainkan anak kecil, pihaknya belum bisa memastikan kebenarannya.
"Dugaan hand rem lepas masih penyelidikan juga. Ada belasan saksi yang kami periksa termasuk kernet dan sopir. Untuk saksi penumpang lainnya masih trauma sehingga perlu waktu dulu," ungkapnya.
Pemeriksaan terhadap para saksi saat ini belum ditemukan bukti mengarah kepada anak yang memainkan hand rem saat bus dalam keadaan berhenti. Sehingga penyebab bus wisata terperosok parit belum diketahui.
"Yang jelas, informasi para saksi yang disampaikan tidak ada anak-anak yang memainkan hand rem. Soalnya semua anak kondisinya dipangku sama orang tuanya. Dan kita juga menemukan tiga anak mengalami luka ringan," jelasnya.
Sebelumnya sebuah bus pariwisata yang sedang parkir di depan obyek wisata Guci, Kabupaten Tegal terperosok ke sungai pada Minggu pagi (7/5) jam 08.30 WIB. Satu orang meninggal dunia dan puluhan luka-luka.
Informasi yang dihimpun bus yang membawa para penumpang dari Serpong, Tangerang tersebut semula sedang parkir dalam kondisi mesin yang dihidupkan oleh sopir bernama Romyani. Saat parkir di depan obyek wisata Guci, kondisi ban depan dan belakang bus telah diganjel kayu dan kondisi mesin bus dalam posisi nyala.
Tiba-tiba bus berjalan tanpa awak hingga terperosok dalam sungai. Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kecelakaan yang dialami bus wisata di Guci tersebut. Proses penyelidikan kini masih berjalan.
Data sementara, total dua orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka akibat insiden tersebut.
(mdk/rhm)