LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Penyanyi dangdut dirampok & diperkosa kenalan facebook di hutan

Pelaku membawa kabur dua BlackBerry, uang Rp 3 juta dan seluruh pakaiannya yang menempel di tubuh korban.

2013-11-08 00:31:00
pemerkosaan
Advertisement

Maraknya kasus perampokan dan perkosaan dengan sasaran penyanyi dangdut terjadi di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kasus ini menjadi perhatian Dewan Pimpinan Cabang, Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (DPC. PAMMI) Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Salah seorang biduan yang merupakan anggota DPC. PAMMI berinisial SEP berumur 20 tahun warga Dusun Sumurup, Kelurahan Ngasinan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, jadi korban perkosaan dan perampokan di tengah hutan kawasan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Humas DPC.PAMMI Kabupaten Semarang, Jecky Iskandar mengatakan, bahwa salah seorang anggotanya berinisial SEP, menjadi korban perkosaan dan perampokan pada 31 Oktober 2013. Kejadiannya berawal saat korban yang berprofesi sebagai penyanyi dangdut mendapatkan kenalan bernama Lilik melalui jejaring sosial facebook.

Dalam percakapan di facebook tersebut, Lilik menyatakan ingin mendatangkan musik orkes melayu dangdut. Kemudian pelaku Lilik meminta SEP untuk menjadi penyanyi tunggal dalam sebuah acara pernikahan di Kawasan Tembalang, Kota Semarang itu.

Akhirnya disepakati bahwa acara pada 31 Oktober 2013 kemudian keduanya sepakat untuk bertemu alias kopi darat di kawasan depan RSUD Ungaran, Kabupaten Semarang.

"Usai bertemu di RSUD Ungaran sekitar pukul 19.30 WIB, pelaku meminta korban meninggalkan saja sepeda motor korban di parkiran RSUD. Lalu korban membonceng sepeda motor pelaku, ternyata korban dibawa di tengah hutan dan dirampok serta diperkosa," ungkap Jecky saat ditemui wartawan, Kamis (7/11) sore tadi.

Setelah sampai di kawasan Rowosari, pelaku menghentikan sepeda motornya dan mengeluarkan cutter. Pelaku mengancam akan membunuhnya jika tidak mau menuruti segala permintaannya.

Takut diancam dibunuh, pelaku lantas mengikat korban dengan lakban lalu melucuti seluruh pakaian yang menempel di tubuh korban. Pelaku kemudian dengan leluasa memperkosa korban hingga setengah tak sadarkan diri.

Usai puas melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku Lilik kemudian kabur sambil menguras harta nenda korban SEP yang dibawanya. Pelaku membawa tas milik korban yang berisi dua BlackBerry, uang Rp 3 juta dan seluruh pakaiannya yang tadinya menempel di tubuh.

Dalam keadaan terikat dan telanjang bulat, korban setelah sadarkan diri berupaya berlari menuju perkampungan Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang yang jaraknya 2 kilometer dari lokasi.

Sambil menangis dan dalam kondisi telanjang bulat, korban menggedor-gedor pintu salah seorang warga untuk minta tolong. Oleh warga korban diajak ke rumah kepala desa (kades) dan selanjutnya melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Semarang.

Mendapatkan laporan, polisi langsung melakukan pengajaran terhadap pelaku tetapi belum berhasil ditemukan. Saat ini kasus tersebut ditangani Polsek Tembalang sebab tempat kejadian perkara ada di Rowosari Tembalang, Kota Semarang.

"Korban sudah melapor ke polisi dan saat ini ditangani oleh Polsek Tembalang. Kondisi korban hingga saat ini masih trauma terkait aksi pemerkosaan dan perampokan yang menimpa dirinya," imbuh Jecky.

Sekretaris DPC PAMMI Kabupaten Semarang, Eko Budi Santoso menambahkan para penyanyi dan grup music panggilan ini memang rentan menjadi sasaran kejahatan. Saat ini kasus ini sering terjadi dan marak di sekitar wilayah Kabupaten Semarang.

Sebelumnya anggota PAMMI bernama Lulu, warga Boja, Kendal, Jawa Tengah juga menjadi korban dengan modus yang sama yakni disorder (disulut alat las elektronik) dijemput kemudian dirampok seluruh harta bendanya.

Pelaku dalam kasus Lulu juga mempunyai ciri-ciri yang sama yakni lelaki bertubuh tinggi sekitar 165 sentimeter berperawakan besar dan kaos tangan warna-warni serta pisau cutter.

"Modusnya sama dan sasarannya sama yakni penyanyi panggilan. Jadi kami berpikir bahwa dua kasus itu pelakunya sama. Untuk itu kami sudah menginstruksikan agar penyanyi atau grup music panggilan untuk berkoordinasi bila ada panggilan sehingga bisa melakukan pengecekan. Atau bila ada panggilan ya semestinya tidak berangkat sendiri minimal ada yang mengantar," tutur Eko Budi.

Eko Budi mengatakan, bahwa PAMMI akan menghadap Kapolsek Tembalang untuk memberikan support agar kasus tersebut dapat segera terungkap. Munculnya beberapa kasus yang menimpa penyanyi dangdut membuat anggota PAMMI menjadi khawatir menjadi korban kasus serupa.

"Kami keluarga besar PAMMI meminta polisi untuk maksimal dalam menyelidiki dan menangkap pelaku. Sehingga kasus tersebut dapat terungkap," pungkas Eko Budi.

DPC.PAMMI Kabupaten Semarang berharap aparat kepolisian bisa mengungkap dan menuntaskan kasus ini. Sehingga diketahui dengan jelas siapa sebetulnya pelaku dan modus serta motivasi apa yang membuat pelaku sadis memperkosa dan merampok penyanyi dangdut ini.

Baca juga:
Usai karaoke, wanita penjaga salon dibunuh & motornya dicuri
Nelayan Langkat dirampok & dibunuh, mayatnya dibuang ke laut
Polisi biadab perintahkan perkosa, bunuh, dan bakar siswi SMK
Anak ditodong pisau, ibu diperkosa bergilir oleh perampok

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.