LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Penyandang disabilitas korban pelecehan seksual di Kupang didukung untuk lapor polisi

Setelah beredar video pelecehan dua remaja putri terhadap penyandang disabilitas di Kupang, Melkianus Djami, berbagai tanggapan dari berbagai pihak mulai bermunculan. Perkumpulan Tuna Daksa Kristiani (Persani) NTT misalnya, mereka menganggap yang dilakukan dua perempuan tersebut tidak etis dan tidak menghargai korban.

2018-04-28 00:10:00
Penyandang Disabilitas
Advertisement

Setelah beredar video pelecehan dua remaja putri terhadap penyandang disabilitas di Kupang, Melkianus Djami, berbagai tanggapan dari berbagai pihak mulai bermunculan. Perkumpulan Tuna Daksa Kristiani (Persani) NTT misalnya, mereka menganggap yang dilakukan dua perempuan tersebut tidak etis dan tidak menghargai korban.

Ketua Persani NTT, Serafina Bete menilai, yang dilakukan kedua perempuan tersebut sama saja melecehkan para penyandang disabilitas. Seharusnya pribadi seperti Melkianus Djami harus dihormati, bukan sebaliknya dijadikan obyek candaan.

"Kami Persani kan organisasi penyandang disabilitas, jadi kami anggap ini pelecehan seksual serta juga pelecehan terhadap harkat dan martabat penyandang disabilitas itu sendiri. Kami kan sudah ada undang-undang terbaru nomor 8 tahun 2018, di mana secara hukum kan hak-hak harus dilindungi, tapi ternyata masih ada orang yang memandang sebelah mata," ucapnya saat dihubungi merdeka.com, Jumat (27/4).

Advertisement

Atas kejadian itu, Persani secara kelembagaan sangat menyesali perbuatan tidak senonoh itu. Walau tidak begitu paham tentang hukum, namun Persani akan tetap mendukung keluarga maupun organisasi lain, yang ingin memroses hukum kejadian ini.

"Kami sudah dibantu, kebetulan teman kami Melki ini masuk di forum disabilitas kelurahan Oebobo, dan forum itukan dampingan teman-teman Bengkel Apek, sehingga saat ini teman-teman Bengkel Apek, mereka melakukan pertemuan dengan semua lembaga pemerhati disabilitas, untuk menindaklanjuti kejadian ini," tambah Serafina.

Serafina berharap, kaum disabilitas bisa dihargai seperti orang normal lainnya. Karena selama ini, terlihat para penyandang disabilitas selalu dipandang sebelah mata dan dijadikan sebagai obyek candaan segelintir orang.

Advertisement

Sebelumnya diberitakan, dua remaja putri melakukan pelecehan seksual terhadap Melki yang berprofesi sebagai tukang parkir di sebuah rumah makan di Jalan El Tari Kupang.

Dalam video berdurasi 90 detik itu, nampak keduanya memaksa korban untuk foto bersama, lalu nekat meraba-raba kemaluan korban sambil tertawa. Setelah itu, salah satu remaja putri itu meraih tangan korban untuk meraba-raba kemaluannya.

Baca juga:
Tangisan Katarina saat anaknya yang berkebutuhan khusus dilecehkan 2 wanita
Beredar video 2 perempuan di Kupang mempermainkan penyandang disabilitas
Turis asal Denmark diperkosa usai berselancar di Pantai Mentawai
Jumlah korban dukun cabul di Sukabumi bertambah jadi 15 wanita
Korban dukun cabul di Sukabumi capai 15, mayoritas wanita putus cinta

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.