LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pentingnya Mitigasi Gempa Dalam Pembangunan Infrastruktur di Negara Rawan Bencana

Ahli Geologi Gempa Bumi dan Geotektonik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Danny Hilman Natawidjaja menilai bahwa becana gempa yang kerap terjadi di Indonesia adalah sebuah kewajaran. Menurut dia, hal itu dikarenakan Indonesia berada dalam cincin api dunia.

2021-12-27 12:35:50
Gempa
Advertisement

Ahli Geologi Gempa Bumi dan Geotektonik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Danny Hilman Natawidjaja menilai bahwa becana gempa yang kerap terjadi di Indonesia adalah sebuah kewajaran. Menurut dia, hal itu dikarenakan Indonesia berada dalam cincin api dunia.

"Indonesia adalah negeri pada cincin api, lebih tepatnya mahkota. Termasuk paling aktif, jadi suatu kewajaran kalau di Indonesia sering terjadi bencana geologi, seperti gempa, gunung api, gerakan tanah atau juga karena hujan curah yang tinggi karena kita juga negara tropis," kata Danny dalam webinar Prof Talk, bertema Refleksi Akhir Tahun: Membaca Secara Ilmiah Kebencanaan 2021 di Indonesia, disiarkan daring, Senin (27/12).

Danny menambahkan, hal tidak wajar adalah saat mengetahui fakta tersebut dan tidak berusaha mencari mitigasi bencana yang tepat. Sebab menurut dia, seiring perkembangan populasi, infrastruktur yang juga bertambah maka efek dari bencana juga akan berisiko.

Advertisement

"Tidak wajar kalau tidak memitigasi, karena risiko semakin tinggi dan semakin riskan," ujar Danny.

Danny menyayangkan peneliti sepertinya tidak bertambah lebih banyak dalam 10 tahuh terakhir. Padahal, Indonesia memiliki objek penelitian yang luas untuk membantu memitigasi bencana.

"Peneliti dalam 10 tahun terakhir tidak bertambah lebih banyak, (padahal) ada 150 gunung api di Indonesia, Indonesia juga yang berada di 3 lempeng wilayah lempeng yang bergerak cepat. Lempeng India Australia, Lempeng Pasifik dan Lempeng Australian. Kemudian juga banyak sesar-sesar yang di Jawa yang (harus) diteliti," kata dia.

Advertisement

Cara Mitigasi Gempa

Danny meminta seluruh infrastruktur di Indonesia, termasuk rumah dan bangunan lainnnya sudah dibangun sesuai dengan SNI rumah tahan gempa. Diketahui, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menetapkan beberapa Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait antisipasi bahaya gempa, dengan SNI bernomor 1726:2019.

"Sebetulnya bencana gempa tidak ada masalah lagi, walau tidak semua tapi sebagian besar tidak masalah, mulai bangun infrastruktur sesuai SNI yang tahan gempa," kata Danny.

Selain itu, Danny juga membeberkan cara memitigasi bencana gempa, dengan menggambarkan karakter gempa itu sendiri dengan memetakan sebaik-baiknya agar mitigasi berjalan tepat dan benar.

"Gempa adalah gerakan pada sesar yang merupakan proses elastis akumlasi dan pelepasan, karena gerakan ini terus menerus maka gempa adalah sebuah siklus yang berulang dan hal itu dapat dipelajari," jelas Danny.

Danny meyakini, jika siklus gempa ideal, maka gempa bisa diramalkan. Tapi sayangnya, gempa adalah fator alam dan banyaknya faktor mempengaruhinya. Akibatnya, sumber gempa yang berinteraksi dengan hal lain menjadikan gempa susah diketuhui kapan kemunculannya.

"Jadi kalau ada yang bilang akan gempa kapan misal terjadi di tahun baru atau dua hari lagi atau kapan gitu, bisa dipastikan itu pasti hoaks, jangan ditanya lagi itu pasti hoaks! karena belum ada gempa dapat diprediksi dengan tepat kapan hari dan jamnya," tutup Danny.

Reporter: Muhammad Radityo Priyasmono

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.