LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Penjual \'tabung besi berisi mayat\' diperiksa polisi

Emil, tersangka dalam pembunuhan kasus ini dinilai rapi dalam menyembunyikan jejak kejahatannya.

2012-03-15 16:14:45
pembunuhan sadis
Advertisement

Polisi masih terus mendalami dan memeriksa orang-orang yang dianggap mengetahui seputar kasus mayat dalam tabung besi di Jalan Kapa Kerampung 210, Surabaya, Jawa Timur.

Hari ini (15/3), polisi memeriksa dua orang penjual tabung besi berukuran 43 x 173 cm, yang dibeli Emil Bayu Santosa, tersangka pembunuh Eka Indah Jayanti (18), asal Grobokan, Jawa Tengah.

Dua orang yang diperiksa itu adalah, H. Imam, (37), pemilik usaha UD Fajar Pagi di Jalan Bagong Ginayan, Ngagel dan Tajib (32), anak buah Imam.

Keduanya mengaku awalnya tidak mengenal tersangka. "Dia (tersangka) datang, bilang butuh besi bekas reklame dengan ukuran itu," ujar Imam pada penyidik.

Oleh Imam, order itu diteruskan ke Tajib. Pada Imam, Emil mengaku tabung yang dipesannya itu digunakan untuk tempat oli kapal. Oleh karena itu, dia meminta tidak bocor dan ada celah udara.

Emil meminta juga meminta salah satu lubang di pojok ditutup dan di las. Sehingga masih ada satu lubang yang masih dibiarkan terbuka. Pengelasan tabung dan penutupnya itu dilakukan di bengkel las sebelah UD Fajar Pagi.

Setelah memberikan penjelasan kebutuhan tabung yang diinginkan, Emil pun bersepakat soal harga besi bekas warna hijau itu dengan angka Rp 800 ribu.

Kanitresmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Agung Pribadi mengatakan, tersangka memang begitu rapi menyembunyikan kematian Eka.

"Sebenarnya pihak UD Fajar Pagi sudah menawarkan mengantarkan besi yang lumayan
besar dan berat itu ke rumah Emil. Namun dia menolak dan mengupayakan besi itu bisa terangkut di mobilnya," terang Agung di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (15/3) siang.

Untuk selanjutnya, polisi masih terus melakukan pendalaman kasus pembunuhan tersebut, tentang siapa-siapa saja yang terlibat di dalamnya. "Kami masih terus melakukan pendalaman," pungkas dia.



(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.