LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Penjual angkringan cantik Eka Mayasari dibunuh, rekan doa bersama

Pengajian dipimpin oleh Syukri Fadoli yang merupakan mantan Wakil Wali Kota Yogyakarta dan sekaligus tokoh PPP.

2015-05-04 22:47:31
Pembunuhan Eka Mayasari
Advertisement

Eka Mayasari (27) seorang penjual angkringan, ditemukan tewas dalam keadaan bugil Sabtu (2/5) sore. Dari jasad korban yang juga mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) itu ditemukan dengan beberapa luka memar di bagian leher.

Ormas Hamka Darwis menggelar pengajian untuk mendoakan Eka. Eka diketahui merupakan anggota dari ormas tersebut.

Doa bersama tersebut digelar di jalan Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta dengan dihadiri ratusan kader Hamka Darwis, Senin (4/5) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Menurut juru bicara Hamka Darwis, Kris, doa bersama tersebut digelar karena Eka merupakan keluarga besar mereka.

"Almarhumah adalah keluarga besar Hamka Darwis, karena itu malam ini kita akan mendoakannya bersama-sama dengan anggota lainnya," katanya sebelum pengajian dimulai.

Pengajian dipimpin oleh Syukri Fadoli yang merupakan mantan Wakil Wali Kota Yogyakarta dan sekaligus tokoh PPP di Yogyakarta. Dalam tuasiyahnya, Syukri mengajak mendoakan bersama-sama dan menyerahkan permasalah tersebut kepada Allah.

"Kita juga menyerahkan supaya kasus ini bisa diselesaikan oleh pihak yang berwajib, yaitu polisi," ujarnya.

Dia pun meminta anggota Darwis untuk melihat kepergian Eka sebagai musibah yang diberikan oleh Allah. "Walau itu diambil dengan dzalim, tapi itulah ujian bagi kita," ungkapnya.

Seperti diketahui, warga Desa Karangjambe, Janti, Banguntapan, Bantul digegerkan dengan tewasnya Eka Mayasari (27) seorang penjual angkringan, Sabtu (2/5) sore. Korban yang juga mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) itu ditemukan tak bernyawa dengan beberapa luka memar di bagian leher.

Korban pertama kali ditemukan oleh Fandi Indrajaya (18) adik korban. Saat ditemukan, korban dalam keadaan telanjang di indekosnya. Diduga korban diperkosa sebelum akhirnya dibunuh.

Menurut pemilik indekos, Andriyanto setelah mengetahui hal tersebut Fandi melaporkan kejadian tersebut padanya, setelah itu dia melapor ke polisi.

"Kalau yang pertama tahu itu adik korban. Dia bilang kakaknya diperkosa, setelah itu saya langsung lapor polisi," kata Andriyanto saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (4/5).(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.