Penjelasan Soal Video Dugaan Penimbunan Minyak Goreng di Minimarket Lampung
Whisnu menjelaskan dari keterangan yang didapatnya, diketahui jika alasan pihak minimarket menyimpan minyak goreng tersebut. Karena distribusi stok minyak goreng sempat alami gangguan.
Satgas Pangan Polri telah mengonfirmasi berkaitan video dugaan penimbunan minyak goreng yang terjadi di salah satu minimarket, di Pringsewu, Lampung. Diketahui jika minyak goreng tersebut bukanlah untuk dijual.
Wakasatgas Pangan Polri Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan penjelasan soal minyak goreng itu telah disampaikan pihak Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) bahwa minyak itu digunakan untuk bahan menggoreng makanan yang bakal dijajakan.
"Minimarket tersebut, termasuk pada jenis minimarket plus, yakni memiliki izin untuk menjajakan makanan, seperti Fried Chicken," kata Whisnu kepada merdeka.com, Rabu (16/2).
Whisnu menjelaskan dari keterangan yang didapatnya, diketahui jika alasan pihak minimarket menyimpan minyak goreng tersebut. Karena distribusi stok minyak goreng sempat alami gangguan.
"Karena distribusi kurang lancar, maka minimarket menyimpan minyak goreng tersebut untuk keperluan sendiri," katanya.
Meski demikian APRINDO, kata Whisnu, telah mengeluarkan imbauan kepada para pelaku bisnis minimarket maupun gerai ritel modern untuk tidak menahan dan menimbun stok minyak goreng yang ada.
Sedangkan terkait kasus dugaan penimbunan, Whisnu menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Polda Lampung untuk mengecek kebenaran di lapangan.
"Satgas Pangan akan melakukan monitoring dan pengecekan di lapangan, serta mengimbau agar pelaku usaha tidak mengurangi produksi, menahan stok atau bahkan melakukan penimbunan serta mematuhi kebijakan pemerintah," imbaunya.
Oleh sebab itu, Satgas Pangan mengimbau para pelaku usaha untuk mematuhi kebijakan pemerintah terkait penetapan harga HET, pemberlakukan DMO dan DPO, serta kebijakan refaksi untuk stabilisasi harga minyak goreng.
Di sisi lain, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) telah buka suara terkait video viral soal dugaan penimbunan minyak goreng di salah satu minimarket di Pringsewu, Lampung.
"Prinsip dasar operasional kami adalah produk yang dikirimkan dari produsen dan distributor ke gudang peritel, maka akan langsung kami distribusikan ke gerai-gerai dan langsung dijual kepada Konsumen. Bukan hanya minyak goreng, tapi semua dan berbagai produk yang ada di gerai juga seperti itu." jelas Ketua Umum APRINDO Roy N Mandey, dalam keterangannya, Rabu (16/2).
Lebih lanjut Roy menjelaskan tidak ada urgensi atau kepentingan mengapa ritel modern harus menahan stok minyak goreng di gudang. Selain gudang peritel sangat terbatas, model bisnis ritel modern adalah pengecer yang langsung menjual produk ke konsumen.
Sehingga, Roy menilai tidak akan mungkin bagi pelaku usaha ritel modern untuk menjual barang-barangnya kepada agen atau pihak lain lagi, karena target pasarnya berbeda.
"Bagaimana mungkin dan tidak masuk di akal sehat, ketika saat ini kita sendiri masih belum terpenuhi pasokan berdasar purchasing order (PO) kepada distributor minyak goreng kepada gerai-gerai kami. Dan selalu langsung habis dibeli oleh konsumen dalam waktu 2-3 jam sejak gerai dibuka, dengan demikian dari mana lagi stok nya untuk menjual ke pasar rakyat," bebernya..
"Kami menyayangkan berita dan sangkaan bahwa ritel modern menghambat penyaluran minyak goreng kepada masyarakat, disaat kami mendukung sepenuhnya dan membantu pemerintah untuk mendistribusikan minyak goreng secara merata, terjangkau dan fair, kepada masyarakat," tambah Roy.
Menurutnya, kelangkaan minyak goreng adalah karena pasokan minyak goreng dari produsen dan distributor yang memang belum optimal serta animo masyarakat untuk membeli minyak goreng lebih besar karena harga yang terjangkau usai distabilkan harganya.
"Perlu pula diinformasikan, bahwa tidak semua gerai yang berada di luar pasar tradisional/rakyat adalah ritel modern, ada warung atau toko tradisional, toko agen, toko grosir dan seterusnya yang bukan format ritel modern dan yang bukan anggota ritel modern APRINDO," jelasnya.
Sebelumnya, beredar video di jagat maya adanya dugaan penimbunan minyak goreng. Dimana, lokasi video diketahui berada di Pringsewu, Lampung. Dalam video terlihat seseorang 'menggerebek' gudang sebuah minimarket ternama.
Nampak, tumpukan kardus minyak goreng berjejer rapi. Padahal, menurut si perekam video, hanya sedikit stok minyak goreng yang didisplay di minimarket tersebut, sehingga dia menduga adanya penimbunan minyak goreng.