LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Penjelasan Polri Soal Pembatasan Internet di Papua

Asep menjelaskan, Kemenkominfo terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan kementerian lembaga terkait tujuannya untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Papua. Salah satu caranya mengelola manajemen komunikasi.

2019-08-22 16:03:26
bentrokan Papua
Advertisement

Polri kini tengah fokus memulihkan situasi di sejumlah wilayah pasca gelombang unjuk rasa yang terjadi di wilayah Papua dan Papua Barat. Sebab kini kondisi di wilayah tersebut telah mulai kondusif.

Untuk mencegah informasi hoaks, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membatasi akses data internet di sejumlah wilayah Papua dan Papua Barat. Harapannya bisa menjaga situasi keamanan.

"Kita sudah belajar dari penanganan saat adanya aksi 21-22 Mei lalu. saya kira konteksnya untuk jaga keamanan, karena ada beberapa faktor keamanan berdasarkan faktor situasi. Salah satu pertimbangan itu tidak terlepas bahwa berita-berita yang tidak benar ini kan disalurkan melalui medsos," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Kamis (22/8).

Advertisement

Dia menjelaskan, Kemenkominfo terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan kementerian lembaga terkait tujuannya untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Papua. Salah satu caranya mengelola manajemen komunikasi.

"Sekali lagi situasi ini udah jadi pelajaran kita ke sekian kalinya bahwa peristiwa-peristiwa itu didominasi karena adanya persepsi yang timbul dari pemberitaan medsos, itulah kemudian gimana strategi ini bisa mengurangi potensi-potensi itu," jelasnya.

Asep menambahkan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Papua dan Papua Barat, beserta seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat, sudah bertemu. Seluruhnya bersepakat tidak akan ada lagi aksi unjuk rasa susulan.

Advertisement

"Mereka sepakat menjaga keutuhan dan kesatuan masyarakat yang berada di wilayah Papua Barat, sehingga dengan hal ini diharapkan kohesi sosialnya atau kebersamaannya kembali sudah akan terbangun," ujarnya.

Meski, TNI-Polri masih bersiaga di wilayah-wilayah tersebut. Personel Polri juga ditambah. Setidaknya, 12 Satuan Setingkat Kompi (SSK) disebar di wilayah Fakfak, Manokwari dan Sorong. Yang jelas, kehadiran TNI dan Polri menjamin keamanan.

"Ya kita dalam konteks pengamanan kan tak boleh underestimate, tetap dalam kondisi overestimate. Kita tetap tidak boleh meremehkan situasi yang ada. Itu penting, apabila terjadi sesuatu kita akan lebih siap," ucap dia.

"Sehingga kelompok/orang-orang tertentu yang ingin situasi tidak kondusif itu dapat tercegah," tutupnya.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Tina Toon Bicara Soal Insiden Papua: Jangan Ada Keributan Antara Kita
Istana Minta Kapolri-Panglima Tindak Tegas Aparat Rasis ke Mahasiswa Papua
Menkominfo: Pemblokiran Akses Internet di Papua Sudah Dibahas dengan Aparat
Petugas Ganti Kaca Jendela Asrama Mahasiswa Papua di Makassar yang Pecah
Demonstran Papua dan Polisi Bentrok di Istana Negara
Polisi Selidiki Pelaku Vandalisme 'Papua Merdeka' di Solo
Daripada Blokir Internet Papua, Kominfo Disarankan Edukasi Masyarakat Tak Sebar Hoaks

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.