LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Penjelasan Lengkap Polisi soal Gejolak di Papua

Polisi jelaskan berbagai macam isu soal gejolak di Papua

2019-08-21 06:40:00
Papua
Advertisement

Kerusuhan antara mahasiswa Papua dengan masyarakat Surabaya dan Malang mulai mereda. Meski begitu, kericuhan sempat memanas. Polisi masih terus menyelidiki dalang dari kerusuhan yang menyebabkan banyaknya korban luka ini.

Banyak penyebab yang menjadi pemicu kerusuhan tersebut. Berikut penjelasan polisi soal kericuhan di Papua:

Advertisement

Dugaan Ada Unggahan Media yang Provokatif

Kericuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8). Polri menduga kerusuhan Manokwari terjadi akibat dari unggahan akun di media sosial yang provokatif. Konten-konten itu berisi provokasi terkait kejadian di Surabaya dan Malang dianggap sebagai diskriminasi.

"Ada akun-akun yang menyebar konten-konten provokatif. Sedang didalami jajaran kepolisian," ujar Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Untuk meredam amarah massa, polisi melakukan langkah komunikasi terhadap tokoh masyarakat setempat terus dilakukan. "Kami lakukan tindakan persuasif, komunikasi antara Polri dengan seluruh tokoh. Diharapkan ini mampu meredam aksi masyarakat dan semoga tidak meluas," kata dia.

Advertisement

Ada yang Menyebarkan Foto Hoaks

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan ada oknum yang sengaja membuat kerusuhan di Papua. Oknum itu menyebarkan foto mahasiswa yang tewas di Jawa Timur. Padahal foto itu adalah hoaks.

"Ada yang punya kepentingan tertentu dengan menyebar foto hoaks tentang mahasiswa Papua tewas di Jawa Timur," kata Tito.

Ada yang Merendahkan Masyarakat Papua

Selain itu, penyebab lainnya kerusuhan di Papua adalah ada pernyataan yang dianggap merendahkan masyarakat Papua. Beberapa pernyataannya bahkan menyebut kata binatang, yang membuat situasi makin panas.

"Warga Papua adalah saudara kita sendiri, jangan mudah diadu domba dengan informasi yang tidak jelas sumbernya," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Isu Perusakan Bendera

Ada dugaan bendera Merah Putih dirusak oleh mahasiswa Papua di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur. "Kami mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada bendera dengan keadaan tiangnya patah dan dibuang ke selokan," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho.

Namun laporan itu tidak ada buktinya. Polisi sudah memeriksa 43 mahasiswa Papua di Surabaya. "Dari hasil pemeriksaan 43 mahasiswa Papua, mengaku tidak mengetahui (masalah perusakan bendera). Jadi kami pulangkan sementara," kata Sandi.

(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.