Penjelasan Kemlu Soal Kedatangan Pemimpin Junta Myanmar di Indonesia
Faiza menambahkan, terkait kemungkinan adanya penolak, hal itu bisa saja terjadi. Bahkan penolakan-penolakan pada pimpinan negara tertentu juga pernah terjadi di sidang majelis umum PBB.
Pemimpin junta militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, dipastikan hadir di KTT ASEAN yang digelar di Jakarta pada Sabtu (24/4). Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, mengatakan kedatangan Min Aung Hlaing setelah mendapatkan undangan dari Brunei Darussalam sebagai Ketua ASEAN.
"Pertama undangan bagi ASEAN leaders atau pemimpin ASEAN dikeluarkan oleh Brunei selaku Ketua ASEAN saat ini," katanya kepada merdeka.com, Jumat (23/4).
Faiza menambahkan, terkait kemungkinan adanya penolak, hal itu bisa saja terjadi. Bahkan penolakan-penolakan pada pimpinan negara tertentu juga pernah terjadi di sidang majelis umum PBB.
"Saat Sidang Majelis Umum PBB, bisa saja ada penolakan kehadiran pimpinan negara tertentu karena isu HAM dan lain-lain, namun pemerintah AS tetap memberikan akses dan dukungan," ungkapnya.
Dia menambahkan, dikarenakan Indonesia menjadi lokasi digelarnya KTT ASEAN, persiapan juga dilakukan.
"Dari sisi Indonesia, persiapan untuk mendukung penyelenggaraan ASEAN leaders meeting yang diselenggarakan di ASEAN Secretariat terus dilakukan," bebernya.
Sebelumnya diketahui banyak pihak yang menolak kedatangan Pemimpin junta militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing mulai dari LSM dan sejumlah ormas, di antaranya KontraS, FORUM-ASIA, Amnesty International Indonesia, AJAR, Milk Tea Alliance Indonesia, Serikat Pengajar HAM, Human Rights Working Group, Migrant CARE, Asia Democracy Network, Kurawal Foundation, hingga SAFEnet.
Mereka menyatakan penolakan atas kehadiran Min dalam KTT ASEAN yang digelar khusus untuk membicarakan pergolakan politik di Myanmar usai kudeta militer pada 1 Februari lalu.
Tidak hanya itu, Aktivis, Veronica Koman juga menolak atas kehadiran Min. Hal tersebut disampaikan dalam akun twitternya.
"Makhluk ini akan tiba di Jakarta besok. Min Aung Hlaing, kepala junta Myanmar, bertanggung jawab atas genosida terhadap Rohingya dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang sedang berlangsung saat ini.Aktivis dan non-aktivis, titip kasih sambutan yang ”meriah” besok," katanya.
Baca juga:
Pemimpin Junta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing Dipastikan Hadiri KTT ASEAN
Utusan Khusus PBB Temui Pejabat ASEAN di Jakarta, Bahas Penyelesaian Konflik Myanmar
PBB: Jutaan Rakyat Myanmar Terancam Kelaparan karena Krisis Makin Parah
Junta Militer Myanmar Impor Peralatan Radar dari Rusia Senilai Hampir USD 15 Juta
Mampukah ASEAN Memberi Solusi untuk Akhiri Kekerasan Militer di Myanmar?
Ketua Kelompok Etnis Myanmar: Junta Militer Tak Punya Hati Untuk Kemanusiaan