Penjelasan BNPT Terkait Penangkapan Terduga Teroris Jaringan JI di Jateng
Boy menerangkan, selama ini jaringan tersebut melakukan perencanaan aksi yang mengarah pada tindakan terorisme.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar membenarkan adanya penangkapan sejumlah terduga teroris di Jawa Tengah oleh Densus 88 Antiteror pada akhir September 2020 lalu. Boy menyebut para terduga teroris tersebut termasuk dalam jaringan Jamaah Islamiyah (JI) pimpinan Para Wijayanto.
Selain Jawa Tengah, lanjut Boy penangkapan juga dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dua terduga teroris yang ditangkap belum lama ini adalah seorang pria berinisial SH dan BY. SH diamankan di Jepara, sedangkan BY diamankan di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
"Mereka ini pengembangan kasus dari Para Wijayanto yang ditangkap sebelumnya. Jumlahnya nanti akan dirilis tersendiri oleh Polri," ujar Boy usai acara Silaturahmi Kebangsaan terkait pencegahan paham radikal di The Sunan Hotel Solo, Jumat (2/10).
Boy menerangkan, selama ini jaringan tersebut melakukan perencanaan aksi yang mengarah pada tindakan terorisme. Namun pada penangkapan kali ini, lulusan Akpol 1988 ini belum bisa mengungkap peran masing-masing terduga teroris.
"Semuanya ini merupakan hasil pengembangan penelusuran jaringan yang telah ada. Semua mengarah pada perencanaan-perencanaan aksi teror. Penangkapan yang dilakukan ini tidak lepas dari hasil pengembangan jaringan lama, terutama dari Jamaah Islamiyah," terangnya.
Kendati demikian, mantan Kapolda Papua itu belum bisa mengungkapkan peran dari masing masing terduga teroris tersebut. Pihaknya masih menunggu proses penyidikan yang dilakukan dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Boy menambahkan, selain Polri melakukan penindakan, pihaknya juga terus melakukan pencegahan berkembangnya paham radikal. Salah satunya dengan menggelar silaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat, seperti yang dilakukan di Kota Solo ini. Sehingga harapannya akan terjadi persamaan pemahaman terhadap kondisi kekinian.
"Dan tentunya, ini adalah kesempatan bersama untuk membangun sebuah komitmen, untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai kebangsaan yang terus mendapatkan berbagai tantangan dan gangguan," pungkas dia.
(mdk/ded)