LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Penjelasan BMKG Sebab Suhu Rendah di Sumbar Pada Pagi Hari

Suhu rendah di pagi hari dalam beberapa hari terakhir disebabkan gelombang panjang lebih cepat dilepas saat malam hari hingga dini hari.

2022-03-29 01:01:00
BMKG
Advertisement

Suhu udara di wilayah Sumatera Barat terdeteksi rendah dalam beberapa waktu terakhir. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap kondisi itu karena kurangnya awan di langit pada pagi hari.

"Beberapa hari terakhir suhu udara di Sumatera Barat pada pagi hari cukup rendah, di Padang mencapai 17,3 derajat celcius, bahkan di Padang Panjang mencapai 15 derajat celcius dan di Bandara Minangkabau 20 derajat celcius," kata Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Stasiun Iklim Sicincin, Rizky Armei Saputra di Padang. Demikian dikutip dari Antara, Senin (28/3).

Menurutnya, suhu rendah di pagi hari dalam beberapa hari terakhir disebabkan gelombang panjang lebih cepat dilepas saat malam hari hingga dini hari.

Advertisement

Ia memaparkan lama penyinaran matahari lebih dari 100 persen dan di daerah Kayu Tanam sudah delapan hari tidak turun hujan. Jika dibandingkan dengan rata-ratanya, sifat hujan akhir Maret bersifat bawah normal.

"Dalam 30 tahun terakhir akhir Maret 1999 tercatat merupakan periode curah hujan terendah hanya 8 mili meter," ujarnya.

"Ini disebabkan adanya gangguan yaitu tekanan rendah di selatan Pulau Jawa sehingga mengurangi suplai uap air/awan di khatulistiwa," katanya lagi.

Advertisement

Sementara pada siang hari suhu udara di Sumatera Barat cukup terik mencapai 32 hingga 34 derajat Celcius.

Ia menyarankan, masyarakat lebih banyak mengonsumsi air minum minimal dua liter per hari untuk menghindari dehidrasi.

Selain itu perlu diwaspadai kebakaran, dan fase saat ini terbaik untuk panen dan pasca panen padi.

"Untuk padi baru tanam sudah harus diairi untuk mencegah kekurangan air. Penyesuaian komoditas bisa dilakukan untuk sawah tadah hujan," ujarnya.

Baca juga:
Puncak Kemarau Mundur ke Agustus, Ini yang Perlu Diwaspadai Masyarakat
BMKG: Peningkatan Curah Hujan Dapat Terjadi hingga Pertengahan 2022
Fenomena Hujan Es di Kuantan Singingi, Ini Penjelasan BMKG
Pesan Kepala BMKG Hadapi Laju Perubahan Iklim di Hari Meteorologi Dunia
Perubahan Iklim di RI, Apa Dampak dan yang Perlu Dilakukan Masyarakat?
Dampak dari Punahnya Es di Puncak Jaya Wijaya

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.