Penjelasan BMKG penyebab angin puting beliung di wilayah DIY
Saat ini sebagian besar wilayah di DIY sudah memasuki musim pancaroba. Pada musim pancaroba ini jenis awan yang terbentuk adalah awan-awan konvektif seperti cumulonimbus yang sifatnya seringkali lokal.
Angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di DIY pada Selasa (24/4) siang. Peristiwa itu membuat puluhan rumah mengalami kerusakan dan sejumlah pohon tumbang.
Kepala BMKG Yogyakarta, Nyoman Sukarta, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan penyebab angin puting beliung karena aktivitas awan konvektif yang sangat aktif di wilayah DIY. Awan tersebut mendorong terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di DIY.
"Adanya aktivitas awan konvektif (Cumulonimbus) yang tumbuh sangat aktif dan bersifat lokal di wilayah DIY. Kondisi tersebut dapat menimbulkan hujan dengan intensitas lebat disertai puting beliung di wilayah DIY," ujar Nyoman.
Sementara itu menurut Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono, cuaca ekstrem terjadi di sejumlah wilayah di DIY. Cuaca ekstrem yang terjadi adalah angin kencang.
"Hasil pengamatan radar cuaca memang di siang tadi potensi munculnya cuaca ektrem di beberapa tempat. Sudah diprediksi akan muncul. BMKG Stasiun Klimatologi sudah membuat warning/peringatan dini," papar Djoko.
Djoko menambahkan saat ini sebagian besar wilayah di DIY sudah memasuki musim pancaroba. Pada musim pancaroba ini jenis awan yang terbentuk adalah awan-awan konvektif seperti cumulonimbus yang sifatnya seringkali lokal.
Awan ini berpotensi menyebabkan hujan intensitas lebat dan dalam durasi singkat, angin kencang/puting beliung dan petir," jelas Djoko.
Baca juga:
Baru selesai dibangun, rumah Kabul rusak diterjang puting beliung
Pohon-pohon di kampus STPMD Yogyakarta tumbang disapu puting beliung
Gelombang panas mematikan bakal sambangi Indonesia, ini kata BMKG
Indonesia dikenal panas, tapi 6 kotanya ada yang sejuk
Merasa panas menyengat di Bali, ini penyebabnya menurut BMKG
Negara-negara ini suhunya lebih panas dari Indonesia
Dihantam angin kencang, RSUD Sleman alami kerusakan