Penjahat di Palembang akan disegani jika banyak bunuh korbannya
Penjahat di Palembang akan disegani jika banyak bunuh korbannya. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol DTM Silitonga mengungkapkan, angka kejahatan konvensional seperti begal, perampokan, jambret, dan perkosaan, semakin tinggi di wilayah hukum Sumsel.
Semakin banyak pelaku diringkus dan dilumpuhkan, tidak menyurutkan angka kejahatan di wilayah Sumatera Selatan. Justru, pelaku semakin berani dan sadis setiap beraksi.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol DTM Silitonga mengungkapkan, angka kejahatan konvensional seperti begal, perampokan, jambret, dan perkosaan, semakin tinggi di wilayah hukum Sumsel. Bahkan, pelaku dengan mudah melukai hingga membunuh korbannya.
"Setahu saya memang sekarang kejahatan konvensional seperti itu semakin banyak dan sadis, sudah banyak korban terluka dan meninggal," ungkap Silitonga, Selasa (29/11).
Menurut dia, pelaku berbuat sadis lantaran telah menjadi kebanggaan dan bertujuan untuk meningkatkan status 'kejahatannya' di mata komplotannya. Semakin banyak melukai dan membunuh korbannya, akan membuat pelaku disegani di lingkungannya.
"Ya, sudah jadi kebanggaan, mereka bisa menyebut berapa kali menujah (menusuk) dan membunuh korban. Padahal, kebanggaan seperti itu sangat keliru," ujarnya.
Selain karena bangga, kata dia, aksi kejahatan sadis juga dilakukan semata-mata hanya untuk lucu-lucuan dan ikut-ikutan. Hal ini biasanya terjadi pada pelaku yang baru pertama kali beraksi dan ingin mengikuti jejak rekannya yang sudah terbiasa.
"Ada karena lucu-lucuan, iseng, ikut-ikutan saja. Ini biasanya kalau pelakunya beraksi rame-rame," tukasnya.
Baca juga:
Siswi SMA di Tanah Bumbu diperkosa, dibunuh lalu dirampok di indekos
Janda tewas di indekos, diduga dibunuh kekasihnya
Sekawan rampok & bunuh penumpang wanita, jasadnya dibuang ke parit
Gara-gara air dan sampah, tukang cilok habisi Pasutri di Bandung
Ini kronologi perkelahian di Bekasi hingga tewaskan 2 orang