Pengusaha Travel Umrah di Solo Laporkan Dugaan Monopoli Tiket ke KPPU
Sejumlah pengusaha travel umrah dan haji di Kota Solo melaporkan maskapai Garuda Indonesia ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Laporan tersebut terkait dugaan monopoli pembelian tiket. Kebijakan terbaru mengatur pembelian tiket umrah, yang hanya diserahkan kepada tiga biro besar di Jakarta.
Sejumlah pengusaha travel umrah dan haji di Kota Solo melaporkan maskapai Garuda Indonesia ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Laporan tersebut terkait dugaan monopoli pembelian tiket. Kebijakan terbaru mengatur pembelian tiket umrah, yang hanya diserahkan kepada tiga biro besar di Jakarta.
"Sekarang ini pembelian tiket umrah Garuda Indonesia hanya bisa dilakukan melalui tiga agen besar di Jakarta, yaitu Maktour, NRA dan Kanomas. Kantor Cabang Solo tidak menjual rute Solo-Jeddah dan Solo-Madinah secara langsung," ujar Ketua Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah Haji Indonesia (Perpuhi) Her Suprabu di Solo, Jumat (29/3).
Suprabu menyayangkan kebijakan tersebut karena pengusaha travel umrah Solo sudah tidak bisa memesan tiket secara langsung kepada Garuda Indonesia Cabang Solo. Para pengusaha travel di Solo harus membeli tiket kepada agen yang ditunjuk dengan harga lebih mahal.
"Dulu itu harganya sekitar Rp 13,6-13,7 juta, sekarang menjadi Rp 15,6 juta. Kenaikannya sekitar 15 persen, ini sangat menyulitkan kami," katanya.
Kenaikan harga tersebut, lanjut dia, berdampak pada berkembangnya biro kecil yang ada di Kota Solo. Apalagi untuk mendapatkan tiket memerlukan waktu yang cukup lama untuk dikonfirmasi dari agen tersebut.
"Laporan kami ke KPPU ini menindaklanjuti surat yang sudah kami kirimkan Garuda Indonesia sekitar dua minggu yang lalu," katanya lagi.
Pada surat yang pertama tersebut, lanjut Suprabu, Perpuhi mendesak agar Garuda Indonesia meninjau ulang kebijakan tersebut. Namun hingga saat ini tidak ada tanggapan baik formal maupun informal.
Sementara itu, Pengurus Bidang Keanggotaan Perpuhi sekaligus pemilik agen travel Ameera Tour Amir Basari menyampaikan, selama ini pihaknya selalu mengandalkan Garuda Indonesia dalam setiap perjalanan umrah. Dengan kebijakan tersebut, ia mempertimbangkan untuk beralih ke maskapai lain.
"Kalau tetap tidak ada perubahan kebijakan, kami akan menggunakan maskapai lain. Tahun ini harapannya bisa mendatangkan Citilink yang harganya lebih terjangkau," ungkapnya.
Hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan dari pihak maskapai pelat merah tersebut perihal persoalan yang dikeluhkan para pengusaha travel di Solo.
Baca juga:
Penjualan Tiket Dimonopoli, Pengusaha Travel Umrah Ancam Boikot Garuda Indonesia
Arab Saudi Larang Penggunaan Istilah Wisata Religi Untuk Haji & Umrah
Pemerintah Ciptakan Aplikasi Haji dan Umrah Tekan Korban Penipuan Agen Travel
Menko Darmin Dorong Pengusaha Garap Pasar Cinderamata dan Gaet Wisatawan Arab Saudi
Pasar Umrah di Solo Diprediksi Tumbuh 30 Persen