LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA
  2. REGIONAL

Pengurus Pesantren Dibakar Santrinya Hidup-Hidup di Dalam Masjid saat Lagi Tidur, Apa Motifnya?

Pengajar Pondok Pesantren dibakar oleh santrinya sendiri. Peristiwa ini sontak membuat masyarakat heboh.

Kamis, 10 Okt 2024 14:35:00
ponpes.
Ilustrasi Kebakaran. (Freepik/ArthurHidden) (© 2024 Liputan6.com)
Advertisement

Seorang pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menjadi korban pembakaran oleh santrinya sendiri.

Kejadian ini mengejutkan masyarakat setempat. Berdasarkan informasi dari Liputan6.com pada Kamis (10/10), insiden tersebut terjadi di Ponpes An Nur, Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Langkat, pada Sabtu dini hari, 5 Oktober 2024, sekitar pukul 03.00 WIB.

Kasi Humas Polres Langkat, AKP Rajendra Kusuma, menyebutkan, korban bernama AA (19) dan pelaku berinisial FAZ (17). Korban dibakar saat berada di salah satu kamar dalam masjid ponpes.

"Korban mengalami luka bakar hingga 80 persen dan telah dilarikan ke RSUP H Adam Malik Medan," ungkap Rajendra pada Rabu, 9 Oktober 2024.

Advertisement

Dia menjelaskan, peristiwa ini terungkap ketika seorang saksi yang juga santri di pesantren tersebut melihat seseorang yang diduga pelaku berlari keluar dari dalam masjid, kemudian melarikan diri menuju perkebunan kelapa sawit di sekitar lokasi.

"Karena merasa curiga, saksi masuk ke masjid untuk memeriksa situasi. Dia menemukan salah satu kamar pengurus ponpes yang terbakar dengan api yang sudah membesar," jelasnya.

Advertisement
Ilustrasi Kebakaran. (Freepik/ArthurHidden) © 2024 Liputan6.com

Masjid Terbakar, Korban di dalam Ruangan Teriak

Saksi yang berada di lokasi langsung berteriak meminta bantuan. Mendengar teriakan tersebut, santri lainnya segera datang dan berusaha memadamkan api.

Dalam proses pemadaman, mereka mendengar suara teriakan dari dalam kamar.

"Santri-santri itu sempat mendobrak pintu kamar dan menyelamatkan korban, lalu membawanya ke Rumah Sakit Tanjung Pura sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Adam Malik di Medan," jelas Rajendra.

Pelaku pembakaran berinisial FAZ, yang merupakan teman dekat korban, telah ditangkap. FAZ yang awalnya diperiksa sebagai saksi ternyata adalah pelaku pembakaran, hal ini terungkap setelah penyidik menemukan kejanggalan dalam keterangan.

Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, menjelaskan bahwa dua hari sebelum insiden, santri berinisial FAZ telah membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.

"FAZ pernah meminta bantuan kepada santri junior untuk membeli Pertalite, tetapi dia mengklaim itu bukan untuk membakar korban," ungkap Kapolres.

Ilustrasi Kebakaran. (Freepik/ArthurHidden) © 2024 Liputan6.com

Korban Dibakar saat Tidur

Setelah Pertalite dibeli, FAZ menyimpannya. Saat kejadian, pelaku sedang bertugas jaga malam dan melihat korban yang sedang tidur lelap di kamar masjid, lalu menyiram karpet tempat tidur korban dengan Pertalite.

"Setelah itu, dia (pelaku) menyalakannya dengan korek gas," tambah David.

Pelaku berinisial FAZ telah ditangkap oleh pihak kepolisian. Ia dikenakan Pasal 187 KUHP Jo UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun.

"Pelaku dapat ditahan," ungkapnya.

Ilustrasi Kebakaran. (Freepik/ArthurHidden) © 2024 Liputan6.com

Motifnya Sering Difitnah dan Dibully

Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku sering menjadi korban fitnah, dibully, dan diadu domba oleh pimpinan Ponpes An Nur. Merasa sakit hati, pelaku nekat membakar korban yang merupakan pengurus pengajar di ponpes tersebut.

"Motifnya adalah sakit hati. FAZ menggunakan kacamata tebal dan secara fisik tidak menarik. Hal ini menjadi salah satu alasan untuk dibully. Setiap kali melakukan kesalahan atau pelanggaran, korban sering mengeksposnya kepada santri-santri lainnya," jelas Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo.

Pengajar di Ponpes An Nur terkejut dengan tindakan santrinya yang berani membakar pengurus. Maulana Solihin, seorang pengajar di Ponpes An Nur yang terletak di Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Langkat, Sumut, menyatakan bahwa dia tidak mengetahui secara pasti peristiwa tersebut.

Advertisement

Dia juga mengaku tidak memahami alasan di balik pembakaran itu. "Saya tidak tahu pasti, tetapi selama ini saya melihat hubungan antara korban dan pelaku baik-baik saja, seolah tidak ada masalah. Oleh karena itu, saya tidak menyangka kejadian ini bisa terjadi," tegasnya.

Berita Terbaru
  • Ryamizard Ryacudu Wafat, Kemhan Kenang Pengabdian Seumur Hidup untuk Indonesia
  • Tinggal di Gang Sempit, Intip 8 Potret Kebun Asri dan Kandang Hewan di Rumah Ayu Ting Ting
  • Di Momen Waisak, Prabowo Ingatkan Pentingnya Persatuan di Tengah Dinamika Global
  • Oso Kenang Ryamizard Ryacudu sebagai Sosok Tegas dan Pemberani, Tokoh Besar Militer Indonesia
  • Kenang Ryamizard Ryacudu, Dudung Sebut Sosok Pemimpin yang Menjadi Teladan Prajurit
  • konten ai
  • pembakaran
  • ponpes.
Artikel ini ditulis oleh
Editor Randy Ferdi Firdaus
R
Reporter Reza Efendi, Ramdania El Hida
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.