Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Kekurangan Masker Medis
Pramono mengungkapkan, pihaknya saat ini sangat kekurangan masker medis ini. Sehingga diharapkan ada bantuan berupa masker medis dalam jumlah yang banyak.
Pengungsi erupsi Gunung Merapi di barak pengungsian Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta membutuhkan lebih banyak masker medis atau masker bedah yang sekali pakai. Pasalnya banyak pengungsi merupakan lansia dan cukup kesulitan untuk mencuci masker kain.
"Kalau pakai masker kain, ini yang lansia akan kerepotan untuk mencucinya. Masker kain ini kan setiap tiga jam harus ganti. Jadi akan lebih efektif jika memakai masker medis," kata Panewu (Camat) Cangkringan, Pramono seperti dilansir dari Antara, Rabu (11/11).
Dia mengungkapkan, pihaknya saat ini sangat kekurangan masker medis ini. Sehingga diharapkan ada bantuan berupa masker medis dalam jumlah yang banyak.
"Harapannya jika masker medis mencukupi, maka setiap pagi dapat disediakan masker medis bagi para pengungsi, terutama untuk yang lansia," ujarnya.
Pramono mengatakan, dengan ketersediaan masker medis yang mencukupi maka pengungsi dapat setiap hari ganti masker.
"Masker kain paling lama tiga jam harus ganti, kemudian harus sering dicuci itu menurut kami sangat merepotkan pengungsi terutama simbah-simbah makanya harapan kami setiap pagi harus disediakan masker medis," terangnya.
Dia menambahkan, upaya ini untuk efektivitas dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di barak pengungsian.
"Selain sudah dibuat sekat dengan papan untuk masing-masing pengungsi, saat ini ketersediaan sabun cuci tangan juga sudah sangat mencukupi. Harapannya tidak ada penyebaran corona di barak pengungsian Merapi," tutupnya.
Baca juga:
Gunung Merapi Keluarkan Guguran Lava Sejauh 700 Meter
Sultan HB X Minta Ruang Isolasi Disediakan di Barak Pengungsian
31 Bilik Disediakan untuk Para Pengungsi Merapi di Boyolali
Merapi Erupsi, 1.047 Warga di Tiga Wilayah Mengungsi
Pemkab Klaten Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Merapi