Pengorbanan Reymond demi rekannya saat kapal mulai tenggelam
Kapal mulai tenggelam ketika itu. Seluruh ABK pegangan di rel kapal. Perkiraan, tujuh jam kapal tenggelam secara perlahan. Reymond diberi galon untuk mengapung. Dia melihat ada kru magang yang tak kebagian jaket pelampung. Dia akhirnya memberikan galon itu.
Di tengah situasi genting, Kepala Kamar Mesin (KKM) kapal ikan KM. Redjeki 03 Reymond Steven Awuy memilih menyelamatkan ABK lain daripada nyawanya sendiri. Bungsu dari tiga bersaudara ini pun tenggelam dan masuk dalam daftar 6 orang dinyatakan hilang dalam peristiwa tenggelamnya kapal tersebut.
Frida, ibunda Reymond mengaku mendegar itu semua dari rekan puteranya yang berhasil lolos dari peristiwa tersebut. "Kapal mulai tenggelam ketika itu. Seluruh ABK pegangan di rel kapal. Perkiraan, tujuh jam kapal tenggelam secara perlahan. Dia pun mulai tenggelam dan anak-anak (ABK) menariknya ke atas dan memberikan sebuah galon kosong untuk mengapung," cerita Frida.
Dia terlihat sangat terpukul dan diliputi kesedihan saat ditemui awak media di rumahnya yang berada di Kelurahan Aertembaga I Kecamatan Aertembaga Kota Bitung, Sabtu (25/2) malam. Dia melanjutkan ceritanya.
"Saat diberi galon kosong, Reymond melihat ada anak magang kru kapal yang tak kebagian jaket pelampung. Dia akhirnya memberikan galon tersebut ke anak magang. Kondisinya terlihat lemah saat itu dan dia bilang sudah enggak mampu lagi soalnya dia menderita asam urat tinggi," lanjut Frida.
Reymond tenggelam dan terbawa arus kencang saat itu. Dia dinyatakan hilang bersama 5 orang ABK lainnya. Sementara 18 orang lainnya selamat. Hingga saat ini Tim SAR Manado terus melakukan proses pencarian di beberapa titik disekitar lokasi tenggelamnya kapal.
KM. Redjeki-03 tenggelam di Perairan Belang, Rabu (22/2), sekitar pukul 20.00 Wita. Kapal dengan panjang 21,4 meter tersebut sedang berlayar menuju Laut Maluku ini dinakhodai Erik. Diduga, kapal tenggelam akibat terjangan ombak dan angin kencang.