Pengiriman bantuan logistik dari Kaltim untuk korban gempa Sulteng sempat tertunda
Kapal negara (KN) Miang Besar bertolak ke Pelabuhan Pantoloan Palu, Sulawesi Tengah, dari dermaga Distrik Navigasi Samarinda, Kalimantan Timur. Kapal milik Kemenhub ini membawa ribuan logistik untuk korban gempa.
Kapal negara (KN) Miang Besar bertolak ke Pelabuhan Pantoloan Palu, Sulawesi Tengah, dari dermaga Distrik Navigasi Samarinda, Kalimantan Timur. Kapal milik Kemenhub ini membawa ribuan logistik untuk korban gempa.
Keberangkatan kapal sempat tertunda dua kali dari pagi tadi, lantaran tingginya antusiasme warga memberikan bantuan logistik. Sejatinya, kapal berangkat pukul 12.00 WITA, kemudian molor hingga 2 jam.
"Warga tidak hanya Samarinda, tapi juga dari Bontang. Keberangkatan sempat ditunda dari tadi pagi, karena begitu banyaknya bantuan yang datang," kata Kabid Logistik Distrik Navigasi Samarinda, Triono kepada wartawan di atas KN Miang Besar, Minggu (30/9).
Pantauan merdeka.com, logistik bantuan berangsur dimasukkan ke dalam palka kapal. Semua pihak, hingga buruh pelabuhan terlibat dalam pengangkutan barang.
"Ini perintah Dirjen Hubla dalam hal misi kemanusiaan. KN Miang Besar membawa logistik kebutuhan masyarakat Palu. Ada 5.817 pieces, 31 item barang," ujar Triono.
"Ada makanan cepat saji, sembako, pakaian, tenda, genset untuk penerangan malam hari, air bersih, dan air mineral, juga obat-obatan," tambahnya.
Triono menerangkan, perjalanan ke Palu memakan waktu hingga 20 jam, dan diperkirakan tiba Senin (1/10) sekira pukul 09.00 WITA. "Ada 38 kru kapal dinakhodai Kapten Salmon. Ada juga lima orang relawan," ungkap Triono.
Di samping logistik bantuan bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, KN Miang Besar juga menyiapkan telekomunikasi alternatif, dan juga kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk keperluan pengangkuta logistik dan juga penyisiran SAR, setibanya di Palu.
Sementara itu, tim Basarnas Balikpapan menggunakan kapal negara (KN) dikerahkan untuk menyisir perairan, mencari kemungkinan korban gempa dan tsunami.
Tim Basarnas Balikpapan, bergabung bersama dengan tim Basarnas lain dari Makassar, Kendari, Gorontalo, Sorong dan juga termasuk dari Palu sendiri, yang dikirimkan bertahap.
"Dikirim ke lokasi terdampak gempa di Sulteng," kata Kepala Basarnas Balikpapan Gusti Anwar Mulyadi.
Gusti menjelaskan, KN Wisanggeni, membawa tim dokter bedah dan ahli syaraf, obat-obatan, hingga logistik makanan dan kantong mayat.
Urusan teknis penanganan korban di reruntuhan bangunan pascagempa, tim Basarnas Balikpapan juga membawa peralatan ekstralasi (Colapse Structure Search and Rescue).
"Alat ini, berfungsi untuk khusus mengeluarkan korban yang terhimpit, maupun terjebak di reruntuhan bangunan," tambahnya.
Baca juga:
Percepat pemulihan, 12 ATM BNI kembali beroperasi di Palu
125 Personel gabungan PLN Sulawesi tiba di Palu percepat pemulihan pasokan listrik
Tiba di Makassar, korban gempa Sulteng dievakuasi ke rumah sakit
NasDem kirim 100 tenaga medis ke Palu dan Donggala
Menteri Jonan pimpin koordinasi penanganan pasca tsunami Palu
209 Kali gempa susulan terjadi di Palu dan Donggala