LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pengikut Aboge rayakan Idul Adha hari Rabu Pahing

Perbedaan ini lantaran berbeda pedoman penghitungan dalam menentukan awal bulan.

2016-09-11 18:06:00
Idul Adha 2016
Advertisement

Perayaan lebaran kurban atau Idul Adha di Banyumas, Jawa Tengah bagi penganut Islam Aboge tahun ini berbeda waktunya, dengan umat Islam pada umumnya. Pengikut Aboge yang tersebar di wilayah Banyumas dan sekitarnya akan merayakan hari besar tersebut pada Rabu pahing (14/9) atau berbeda dua hari.

Sesepuh pengikut Aboge di Desa Cibangkong, Kecamatan Pekuncen Banyumas, Santibi mengatakan perbedaan tersebut sudah biasa. Menurutnya, semua itu berpedoman kepada keyakinan perhitungan dalam menentukan awal bulan.

"Tahun ini diperkirakan selisihnya dua hari dengan Lebaran Idul Adha organisasi Islam pada umumnya," katanya, Minggu (11/9).

Lebih jauh, seorang pengikut Aboge yang tinggal di Desa Cibangkong, Tarsono mengemukakan perhitungan Aboge menganut siklus delapan tahunan (windu). Dalam sistem windu Jawa, di tahun 2016 dalam perhitungan Masehi masuk dalam tahun Jim Awal dalam hitungan Aboge. Sedangkan dalam penetapan awal tahun baru atau Sura pada tahun Jim Awal dimulai pada hari Jumat pon.

"Perhitungan untuk awal bulan Haji menggunakan rumus jipatiji atau Haji papat siji atau Senin pon. Sehingga, tanggal 10 bulan haji jatuh pada Rabu pahing," jelasnya.

Sementara itu, pengikut Aboge yang berada di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang Banyumas akan melaksanakan kurban pada Kamis keempat bulan besar. Menurut juru bicara adat Desa Pekuncen, Sumitro, penentuan tersebut memang biasanya dilakukan berdasarkan perhitungan hari Kamis ketiga.

"Jadinya kalau korban hewan dilaksanakan pada Kamis ketiga, untuk tahun ini jatuhnya pada Kamis Kliwon," ujarnya.

Perayaan Idul Adha kerap disebut dengan istilah Perlon Besar. Biasanya, jelas Sumitro, hewan kurban yang akan disembelih dilakukan di dekat bale agung. Berbeda dengan unggah-unggahan yang didatangi pengikut Banakeling dari berbagai daerah, pada Perlon Besar tersebut hanya khusus pengikut yang berada di wilayah Desa Pekuncen.

"Jadi nanti hasil kurbannya akan dibagikan dalam bentuk belanjaan. Kalau untuk kegiatan, tidak ada kegiatan yang menonjol dalam Idul Kurban," katanya.

Pengikut Aboge sendiri hingga saat ini jumlahnya masih ribuan di sekitar kawasan Banyumas dan sekitarnya. Mereka melaksanakan ibadah syariat Islam dengan berpedoman kepada kalender Aboge atau Alif rebo wage. Pesebarannya sendiri berada di Kecamatan Wangon, Ajibarang, Jatilawang, Pekuncen, Gumelar dan Rawalo. Sebagian besar pengikut Aboge ini berada di desa-desa pinggiran yang masih memegang teguh adat istiadat Jawa Banyumasan.

Baca juga:
Syahrini kurban Princess, Raja dan Ratu di Bogor
Kekhusyukan muslim China laksanakan Salat Id meski jadi tontonan
Melihat penyembelihan 25 sapi & 56 kambing di Masjid Az-Zikra Sentul
Sapi kurban di Polres Banjarmasin ngamuk, motor dan kaca diseruduk
Idul Adha, BI sembelih 161 hewan kurban
Hujan lebat, salat Idul Adha di kantor gubernur Sumbar batal digelar
Penyembelihan 79 hewan kurban di Masjid Sunda Kelapa

Advertisement
(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.