LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Penghuni Panti Tunas Bangsa Pekanbaru makan kecoak & sisaan tikus

Penghuni Panti Tunas Bangsa Pekanbaru makan kecoak & sisaan tikus. Ada keterangan dari salah satu penghuni Panti Asuhan Tunas Bangsa di jalan Singgalang itu, mereka makan itu (kecoak). Selain itu, makanan mereka tidak steril, bekas dimakan tikus‎ pun dimakan lagi.

2017-01-30 15:06:30
Penemuan mayat
Advertisement

Dinas Sosial Propinsi Riau menemukan fakta baru di Panti Asuhan Yayasan Tunas Bangsa. Sejumlah orang tua lanjut usia, orang abnormal dan anak-anak diperlakukan tidak manusiawi. Ada 3 panti di bawah naungan Yayasan Tunas Bangsa tersebut, panti asuhan anak, panti jompo atau lansia dan panti psikotik atau orang gila.

Bahkan, beberapa penghuni terkena penyakit lantaran makan tidak teratur dan makanan yang tidak steril. Ini terungkap dari kematian salah satu penghuni panti asuhan itu bernama M Zikli balita 18 bulan pada 15 Januari 2017 lalu yang diduga dianiaya sebelum tewas.

"Iya ada keterangan dari salah satu penghuni Panti Asuhan Tunas Bangsa di jalan Singgalang itu, mereka makan itu (kecoak). Selain itu, makanan mereka tidak steril, bekas dimakan tikus‎ pun dimakan lagi," ujar Kepala Dinas Sosial, Syarifuddin saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (30/1).

‎Syarifudin juga menyayangkan penghuni panti tersebut yang pada awalnya normal menjadi gila lantaran kondisi tempat yang tidak manusiawi. Bahkan, panti asuhan itu tidak memiliki izin sejak tahun 2015.

"Ada penghuni yang menjadi gangguan jiwa karena kondisi panti yang centang prenang (tidak beres) dan berantakan. Di situ tempat makan, buang kotoran dan tempat tidur," kata ‎Syarifudin.

Syarifudin meminta kepolisian untuk terus mengusut kasus kematian ‎Zikli dan dugaan adanya eksploitasi anak dan orang dewasa. Sebab, ada informasi mereka dijual dan diperlakukan tidak manusiawi oleh pengelola panti.

"Kita minta kepada polisi untuk mengusut kasus pidana yang terjadi di panti itu serta eksploitasi. Kan ada undang-undang perlindungan anak, itu yang harus diusut sampai tuntas," pungkas Syarifudin.

Kini, penghuni Panti Asuhan lainnya tersebut sudah dievakusi oleh Unit PPA Polresta Pekanbaru‎ bersama Dinas Sosial Riau dan Lembaga Perlindungan Anak Riau dari tempat tersebut ke Rumah Aman untuk anak-anak dan ke Rumah Sakit Jiwa bagi yang mengalami gangguan jiwa.

Selain itu, Tim ‎juga menyisir panti lanjut usia cabang dari Panti Asuhan Tunas Bangsa itu di jalan Cendrawasih gang Nuri kota Pekanbaru. Hasilnya, 13 Lansia ditemukan dengan kondisi memprihatinkan.

Baca juga:
Selidiki kasus bayi panti asuhan tewas, polisi periksa 10 saksi
Polisi gali lubang di dalam Panti Tunas Bangsa diduga berisi jasad
Bayi penghuni panti di Pekanbaru tewas diduga alami kekerasan
Polisi sebut bayi panti asuhan Pekanbaru meninggal karena kekerasan
Lakukan autopsi, polisi bongkar makam bayi meninggal di panti asuhan

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.