LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pengelola Wisata yang Langgar Protokol Kesehatan Dipertimbangkan untuk Dipidana

Chandra khawatir, kerumunan tersebut akan memunculkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19.

2021-05-18 00:03:00
Covid-19
Advertisement

Kerumunan massa terjadi di berbagai lokasi wisata di Indonesia meski pemerintah memberlakukan pelarangan mudik hingga disiplin protokol kesehatan. Dampaknya, pemerintah daerah meski memberlakukan penutupan lokasi wisata untuk meredam berkumpulnya warga di lokasi wisata.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyesalkan terjadinya kerumunan massa di berbagai tempat wisata dalam libur lebaran. Untuk memunculkan efek jera, Wakil Sekjen DPP PSI, Satia Chandra Wiguna menilai mesti ada sanksi pidana terhadap penanggung jawab tempat wisata yang melanggar protokol kesehatan.

"Seharusnya kemungkinan terjadinya kerumunan massal sudah bisa diprediksi. Masing-masing pemerintah daerah dan pengelola tempat wisata punya kemampuan untuk itu. Patut dipertimbangkan sanksi pidana bagi penanggung jawab tempat wisata yang melanggar protokol kesehatan karena mengancam keselamatan orang banyak," kata Chandra, Senin (17/5).

Advertisement

Chandra khawatir, kerumunan tersebut akan memunculkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19. "Kita patut khawatir munculnya klaster baru penyebaran Covid-19 dari tempat-tempat wisata. Sudah ada preseden di sejumlah tempat yang seharusnya dijadikan pelajaran. Kalau akses baru ditutup setelah massa membludak ya relatif terlambat," tegas Chandra.

PSI memahami perekonomian di tempat wisata tak bisa distop sama sekali. Tempat wisata tidak bisa ditutup total. Solusinya, diperlukan koordinasi yang maksimal untuk mencegah terjadinya penumpukan manusia.

“Libur lebaran bukan sesuatu yang insidental, sudah terjadwal. Perencanaan dan koordinasi untuk mengamankannya sudah bisa dilakukan jauh-jauh hari dengan melibatkan para pihak terkait. Bahwa masih terjadi penumpukan, ini menjadi sinyal bahwa ada yang tidak beres,” ujar Chandra.

Advertisement

“Perlu ada evaluasi serius dan sistematis. Jangan sampai terulang. Seiring waktu, kita semestinya bertambah pintar dan bijak dalam menyiasati situasi,” tambah Chandra.

Seperti diketahui, Jumat pekan lalu, per pukul 16.00 WIB, Taman Impian Jaya Ancol didatangi 43 ribu pengunjung, yang notabene sudah melewati batas kuota 30%.

Sejumlah tempat wisata di Jawa Barat juga disesaki wisatawan lokal. Pada Sabtu kemarin akhirnya akses menuju objek wisata di Pangandaran dan Ciwidey ditutup.

Sementara, di Banten, pantai Anyer dan Carita menjadi lokasi penumpukan manusia. Setelah kejadian ini, akhirnya kedua pantai tersebut mulai Sabtu malam lalu hingga Minggu 30 Mei 2021.

Baca juga:
Gubernur Wahidin Tetap Tutup Lokasi Wisata di Banten Meski Diprotes Pedagang
Wali Kota Soal Kerumunan di Bandung Zoo: Masyarakat Susah Dikendalikan
Kunjungan Wisatawan ke Malioboro Menurun Drastis Selama Libur Lebaran
Gubernur Sumsel Ancam Tutup Tempat Wisata yang Gagal Kendalikan Kerumunan
Ketua Fraksi PAN DPRD Banten 'Mewakili' Warga Liburan di Anyer: Cuma Bercanda
Viral Anggota DPRD Banten dari PAN Wakilkan Warganya Liburan ke Anyer

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.