Pengelola tak mau Masjid Tiban Malang disebut lokasi wisata
Mereka lebih senang dikenal sebagai Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri'asali Fadlaailir Rahmah.
Bangunan Masjid Tiban berdiri megah di lahan seluas empat hektare di Jalan KH Wahid Hasyim, Gang Anggur, Nomor 10, RT 07/RW 06 Desa Sananrejo, Turen, Kabupaten Malang. Para pengunjung akan terkesima dengan tingginya gedung berlantai 10 berikut ornamennya, kendati berada di gang sempit perkampungan.
Begitu datang, pengunjung akan disuguhi bangunan dengan dominan warna putih dan biru, serta sebuah gerbang gapura setinggi sekitar 30 meter.
Para pengunjung yang membawa kendaraan roda dua atau empat bisa langsung parkir melalui pos informasi 1, selanjutnya akan diarahkan menuju lahan parkir dan informasi 2. Namun bagi pejalan kaki bisa langsung menuju pos informasi 2 melalui lorong dengan warna kemasan yang megah.
Para pengunjung memang diminta terlebih dahulu untuk datang ke ruang pos informasi 2 sebagai bentuk hormat kalau akan bertamu, sebelum menyusuri lantai demi lantai dan kamar demi kamar pesantren.
Pengunjung hanya akan ditanya nama atau pemimpin rombongan, jumlah rombongan dan kendaraan yang digunakan. Tidak ada pungutan biaya apapun, bahkan jika membutuhkan pendamping akan disediakan pemandu dengan cuma-cuma. Data yang tertulis di selembar kertas tersebut dibawa pengunjung sebagai bekal menyusuri komplek bangunan pesantren.
Pihak pengelola menolak Masjid Tiban disebut sebagai lokasi wisata. Mereka lebih senang dikenal sebagai Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri'asali Fadlaailir Rahmah. Karena itu di beberapa sudut tertulis permintaan kesadaran para pengunjung agar bersikap selayaknya di pesantren, bukan di tempat wisata.
Pengunjung diminta mengenakan pakaian sopan, berjilbab bagi yang muslim dan menjaga kebersihan.
Sepanjang menyusuri komplek Masjid Tiban, akan menemukan kamar-kamar dengan desain arsitektur yang beragam nuansanya. Secara ilmu arsitektur memang menggabungkan berbagai unsur seperti China, Eropa dan Timur Tengah.
Lantai dasar akan melihat lorong dengan warna kuning keemasan dan lantai porselin mengkilap. Di salah satu sudut ruangan terdapat tangga yang menghubungkan ke lantai dua. Sepanjang tangga tersebut dipenuhi stalaktit buatan yang menggantung. Sorot lampu kemerahan dengan dicampur cat kebiruan memperlihatkan suasana sedikit gelap dan seram.
Tiang-tiang besar berikut hiasan bunga dari plastik menghiasi ruangan. Beberapa menampilkan tempat duduk berbahan kayu jati dari akar. Banyak pula dilengkapi singgasana warna keemasan, ditambah tempat duduk menyerupai podium berbentuk kubah. Ada puluhan kubah baik kecil maupun besar yang berjajar di sudut masjid.
Selama penyusuran juga akan menemukan banyak tangga yang bisa membingungkan. Karena untuk menuju puncak bisa dilalui dengan banyak tangga.
Beberapa tempat menampilkan pesan yang meminta pengunjung berbicara seperlunya, larangan bergandengan tangan dengan lawan jenis, serta larangan segala bentuk permintaan sumbangan atau penawaran jasa atas nama Masjid Tiban.
Wisata Masjid Tiban juga menyajikan wisata kuliner dan belanja di lantai 9 dan 10. Pengunjung bisa berbelanja aneka pakaian dan pernak-pernik aksesoris.
Selain itu, Masjid Tiban juga dilengkapi lift yang bisa digunakan untuk kebutuhan tertentu saja. Juga dilengkapi rute khusus pengguna kursi roda untuk para difable.
Sementara di lantai dasar juga tersedia aneka permainan dan perahu di danau buatan. Serta lokasi makam KH Hadratus Syeikh Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam atau Romo Ahmad yang bisa diziarahi.
Saat akan pulang kartu tanda masuk ditukar dengan kartu pamit warna hijau sebagai tanda berpamitan pulang. Mobil dan motor tidak akan bisa meninggalkan lokasi jika tanpa mengantongi kartu pamit tersebut.
Baca juga:
Melihat kemegahan Masjid Tiban yang diyakini dibangun oleh jin
Setiap ruangan di Masjid Tiban dipercayai punya khasiat
Sejarah Masjid Tiban, dipercaya dibangun pasukan jin
Pengelola kewalahan tangkis isu Masjid Tiban dibangun oleh jin
Pengunjung penasaran ingin buktikan Masjid Tiban dibangun jin
Masjid Tiban dipercaya dibangun dengan bantuan pasukan jin