LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pengawasan radikalisme di kampus dijamin tak renggut kebebasan mahasiswa

"Kami bukan memberantas kebebasan. Kebebasan berjalan terus. Acara-acara yang lain apakah boleh ya silakan contoh kemarin ada salah satu mahasiswa dalam media mengatakan apakah tidak boleh mempelajari yang di luar itu," tuturnya.

2018-06-06 15:40:49
Radikalisme
Advertisement

Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengatakan pihaknya fokus pada pencegahan radikalisme di kampus. Pihaknya juga akan mempelajari model-model kegiatan yang rawan disusupi bibit radikalisme.

"Yang paling penting bagaimana memahami munculnya radikalisme dalam kampus dan model-model seperti apa yang bakal terjadi," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (6/6).

Oleh karenanya, Kemenristekdikti fokus pada pengawasan kegiatan kampus maupun media sosialnya.

Advertisement

"Bukan masalah ngajar dan saya rasa semuanya sama. Ada pengawasan di organisasi, majelis dakwahnya atau media sosialnya nanti akan dikasih rambu-rambu apa cara yang akan dilakukan dan saya akan bekerja sama dengan BNPT," ujarnya.

Dalam pengawasan ini, Nasir menegaskan bukan bermaksud merenggut kebebasan mahasiswa. Dia mencontohkan dirinya dulu pernah mempelajari tentang komunis yang kini dilarang di negara Indonesia. Asal sesuai koridor dan masih dalam ranah akademik.

"Kami bukan memberantas kebebasan. Kebebasan berjalan terus. Acara-acara yang lain apakah boleh ya silakan contoh kemarin ada salah satu mahasiswa dalam media mengatakan apakah tidak boleh mempelajari yang di luar itu," tuturnya.

Advertisement

"Komunis silakan kalau itu dalam kajian akademik tapi negara telah memilih sesuai konvensi yaitu Pancasila sebagai ideologi negara ini yang penting. Ilmu akan berkembang apakah akan belajar marxist. Saya dulu juga belajar marxist dan teori komunis saya juga belajar teori sosialis saya juga belajar tapi akah saya jadi komunis kan enggak. Ini akan kembali kepada aturan itu," imbuh Nasir.

Baca juga:
Cegah radikalisme di kampus, medsos mahasiswa hingga dosen bakal diawasi
Cegah masjid ajarkan paham radikal, DKM diminta hadirkan ustaz sejukkan hati umat
Pengawasan akun medsos dosen dan mahasiswa dinilai kurang efektif
Sandiaga janji lakukan pembinaan di masjid yang diduga disusupi radikalisme
Ada 40 Masjid di Jakarta diduga ajarkan radikalisme dan intoleransi
Sandiaga klaim kantongi data 40 masjid radikal di Jakarta

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.