Pengantar perampok di Pondok Indah jadi buronan polisi
"Agenda penyidik pada hari ini direncanakan akan memeriksa asisten rumah tangga saudara Reni, kemudian korban lainnya."
Polisi masih mendalami kasus penyekapan dan perampokan rumah mewah di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Rencananya penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap asisten rumah tangga Reni, istri Asep, Euis dan Sandra yang juga menjadi korban.
"Agenda penyidik pada hari ini direncanakan akan memeriksa asisten rumah tangga saudara Reni, kemudian korban lainnya Ibu Euis dan saudari Sandra," kata Kabid Humas Polda Metro Kombes Awi Setiyono di kantornya, Minggu (4/9).
Hingga saat ini pihaknya mengaku masih terus mendalami motif pelaku melakukan penyekapan. Saat ini polisi masih mengumpulkan sejumlah informasi.
"Latar belakang masih didalami. Semua informasi apapun kami dalami tentu didukung barang bukti, makanya tadi malam digeledah rumah untuk cari bukti pendukung," terang Awi.
Dua pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka telah ditahan di Subdit Jatanras Polda Metro Jaya. Kedua pelaku dijerat pasal karena telah melakukan pencurian dengan kekerasan.
"Yang bersangkutan itu tertangkap tangan melakukan 365 (tindak pencurian dengan kekerasan) karena tidak selesai perbuatan pelaku karena ada aparat kepolisian sehingga pelaku otomatis dengan tertangkap tangan kemarin harus ditahan," jelas Awi.
Awi juga mengatakan keterangan pelaku AJS masih berubah-ubah. Informasi yang diperoleh dari keduanya saat ini dua pelaku berasal dari Sragen, Jawa Tengah.
"Keterangan-keterangan tersangka belum fokus masih ke sana ke sini. Informasi dari pelaku dua-duanya orang Sragen. Kebetulan ini si S temannya AJS, kemudian pengakuannya dari AJS dia ketemu di salah satu hotel di Jakarta karena kita cari alamat di Jakarta memang tidak ada. Kapan dia ke Jakarta itu nanti akan didalami," papar Awi.
Sementara itu terkait senjata api yang dimiliki pelaku, Awi mengatakan masih mendalami. Senpi yang digunakan pelaku untuk mengancam korbannya itu diketahui buatan pabrik bukan senjata organik.
"Itu bukan senjata organik. Itu pabrikan. Kami menemukan amunisi sebanyak 43 di lemari yang bersangkutan, ini kita temukan juga peredam, senjata itu tidak terdata di subdit sendak dit intelkam Polda Metro Jaya," kata Awi.
Awi juga menambahkan fakta terbaru yang terungkap adalah ditemukannya empat penutup kepala di tas pelaku. Tak hanya itu, ternyata kedua pelaku diantar oleh seseorang ke rumah korban dengan menggunakan sebuah mobil milik AJS.
"Fakta-fakta baru yang bersangkutan itu ada yang ngedrop ke TKP menggunakan kendaraan tersangka. Ada orang yang mengantar ini masih DPO (daftar pencarian orang) termasuk kendaraan yang nge-drop," tutup Awi.(mdk/ian)