Pengancam Brigadir J Ternyata Tersangka KM 'Si Kuat' Bukan Skuad Lama
Lebih lanjut, Choirul Anam memaparkan, bahwa Brigadir J dilarang bertemu dengan Putri Candrawathi yang pada saat itu berada di lantai atas, karena akan membuat istri Ferdy Sambo sakit. Jika Brigadir J nekat naik keatas, maka diancam akan dibunuh.
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, mengungkapkan 'Skuad' yang mengancam akan membunuh Brigadir J ternyata adalah sopir dan ART istri Irjen Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf. Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI.
"Kami komunikasi dengan Vera (pacar Brigadir J) keterangan cukup detail salah satu intinya bahwa betul tanggal 7 malam kan kematian tanggal 8, memang tanggal 7 ada ancaman pembunuhan," kata Choirul Anam.
Lebih lanjut, Choirul Anam memaparkan, bahwa Brigadir J dilarang bertemu dengan Putri Candrawathi yang pada saat itu berada di lantai atas, karena akan membuat istri Ferdy Sambo sakit. Jika Brigadir J nekat naik keatas, maka diancam akan dibunuh.
"Jadi Yosua dilarang naik ke atas menemui ibu P karena membuat ibu P sakit, kalau naik ke atas akan dibunuh. Jadi komunikasi tanggal 7 malam," ungkapnya.
Mendapat informasi tersebut, Komnas HAM terus menggali, siapa yang memberikan ancaman pembunuhan tersebut. Kala itu, Vera menyebut ancaman berasal dari 'skuad'. Tapi Vera tidak tahu siapa yang dimaksud dengan 'skuad' yang mengancam Yosua.
"Siapa yang melakukan? Vera bilang oleh skuad. Skuad ini siapa, apa ADC apa penjaga, sama sama tidak tahu, saya juga tidak tahu," terang Anam.
"Ujungnya nanti kita tahu bahwa skuad yang dimaksud itu adalah Kuat Ma'ruf. Si Kuat, bukan skuad penjaga ternyata," sambungnya.
(mdk/eko)