Pengambilan sampel 27 kantong korban Sukhoi tuntas
Sampel tubuh korban dan DNA akan dibawa ke laboratorium Polri untuk dicocokkan dengan data antemortem.
Proses identifikasi bagian tubuh para korban pesawat Sukhoi Superjet 100 hingga masih terus dilakukan tim DVI Indonesia. Kepala Rumah Sakit Polri Brigjen Agus Prayitno mengungkapkan belum ada perkembangan berarti dalam tahapan panjang tersebut.
"Sudah 27 kantong jenazah, di mana 5 adalah properties, 22 body parts. Untuk proses lain masih berlanjut, belum ada perkembangan berarti," ujarnya di RS Polri Sukanto, Kramatjati, Jakarta, Selasa (15/4).
Agus menyatakan proses evakuasi korban di lereng Gunung Salak untuk hari ini sudah selesai. Sementara proses pengambilan sampel terhadap 27 kantong jenazah yang di periksa selama ini sudah rampung.
"Dari sampel dan pemeriksaan 27 kantong jenazah itu akan dikaji menjadi data post mortem," jelasnya.
Hari ini tim forensik telah merekapitulasi data post mortem hingga ke DNA, selanjutnya sampel DNA tersebut akan dikirim ke laboratorium Mabes Polri untuk diidentifikasi dan dicocokkan dengan data antemortem.
"Data post mortem itu kan ada beberapa ahli itu dikumpulin sendiri, kalau sudah terkumpul data itu selesai, lalu digabungkan dengan data antemortem, kemudian dicocokkan. Kami butuh dua minggu untuk menyelesaikan proses laboratorium pencocokan DNA," kata Agus.
Sepanjang hari ini, sebanyak 29 kantong jenazah korban jatuhnya Sukhoi Superjet 100 sudah tiba di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dua kantong tambahan baru saja tiba pada pukul 16.00 WIB. Dengan tambahan dua kantong tersebut, total jumlah kantong jenazah telah mencapai 29 kantong. 5 Diantaranya berisi barang-barang korban seperti dompet, kartu tanda penduduk, sepatu, peralatan elektronik dan sebagainya.(mdk/bal)