LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pengamat nilai viral pidato Jenderal Tito bentuk kritikan kinerja Polri

Malah, ia mengatakan kini ada sejumlah tekanan yang ditanggung Jenderal Tito terkait kinerja Polri yang dinilai kurang baik. salah satunya, beberapa orang yang terjerat kasus makar.

2018-02-01 16:18:44
Kapolri Tito Karnavian
Advertisement

Pengamat politik Ray Rangkuti meyakini Kapolri Jenderal Tito Karnavian tak memiliki niat untuk mengadu domba umat Islam melalui pernyataannya soal NU dan Muhammadiyah. Kata Ray, tujuan Tito hanya ingin menunjukkan ada ormas anti terhadap kebhinekaan.

"Karena yang dimaksudkan itu kan bukan berarti organisasi yang tak disebut, tapi organisasi yang melawan Pancasila. Kan yang ditekankan beliau adalah organisasi yang melawan Pancasila dan NKRI. Oleh karena itu dia mengatakan tak perlu menjalin kerjasama dengan kelompok itu dan tak tak berhaluan dengan NKRi dan Pancasila," ujar Ray saat hadiri acara di Populi Center, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (1/2/1).

Malah, ia mengatakan kini ada sejumlah tekanan yang ditanggung Jenderal Tito terkait kinerja Polri yang dinilai kurang baik. salah satunya, beberapa orang yang terjerat kasus makar.

Advertisement

"Mungkin terkait dengan penetapan sejumlah tersangka (kasus dugaan pemufakatan makar) yang nggak naik statusnya. Seperti soal makar, penistaan agama. Semuanya kan nggak ada yang naik tuh," katanya.

"Menurut saya ini ada akumulasi dari itu. Mungkin ini harus jadi kritikan buat Kapolri. Kalau misalnya enggak ada masalah ya bebaskan. Jangan dijadikan seperti tawanan yang sampai sekarang enggak diproses," sambungnya yang merupakan Direktur Lingkar Madani Indonesia ini.

Ia meyakini jika mantan Kapolda Metro Jaya ini tak punya niat mendeskritikan kelompok Islam yang lain. "Tapi pemilihan kata bahasa yang kurang tepat dan beliau tak memahami sejarah kelompok Islam," tandasnya.

Advertisement
(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.