Pengamanan rumah Dodi Triono jadi perhatian penyidik kepolisian
Polda Metro Jaya terus mengusut kasus perampokan sadis di rumah mewah milik Dodi Triono (59), di Jalan Pulomas Utara, Nomor 7A, Jakarta Timur. Pengamanan rumah Dodi menjadi perhatian pihak kepolisian.
Polda Metro Jaya terus mengusut kasus perampokan sadis di rumah mewah milik Dodi Triono (59), di Jalan Pulomas Utara, Nomor 7A, Jakarta Timur. Pengamanan rumah Dodi menjadi perhatian pihak kepolisian.
"Kita lihat sendiri di sana, kan ada rumah yang (lain) ada satpam sendiri. Nanti kita tanya ke pemilik rumah (keluarga Dodi) yang masih hidup, kenapa enggak ada penjaganya," Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (29/12).
Informasi dihimpun, Dodi sempat memiliki satpam pribadi penjaga rumah. Namun, satpam tersebut sudah tidak lagi bekerja sejak beberapa waktu lalu.
Argo menegaskan tidak mau cepat mengambil keputusan. Sebab, pihaknya menegaskan kalau pihaknya masih terus berupaya menelusuri kasus tersebut. "Itu ranahnya penyidikan. Semuanya masih didalami," ungkapnya.
Seperti diketahui, 11 orang disekap di dalam kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter selama beberapa jam. Enam orang tewas dan lima masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Enam korban tewas yakni pemilik rumah Dodi Triono (59) serta dua putrinya, Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9). Kemudian teman Gemma, Amel, serta dua sopir bernama Yanto dan Tasrok.
Sementara lima korban selamat yakni, anak korban bernama Zanette Kalila Azaria (13), serta empat asisten rumah tangga bernama Emi (41), Fitriani (23), Santi (22), dan Windy (23). Kelima korban selamat masih menjalani perawatan di rumah sakit.(mdk/ang)