LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pengamanan Natal Bisa Jadi Gambaran Kesiapan Polri Hadapi Pemilu Serentak

Dia mengingatkan Polri tak boleh lengah dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru, khususnya terhadap aksi teror. Pelaku yang mencoba merusak tatanan harmonis kerukunan umat beragama dengan aksi bom di gereja ataupun tempat lain saat pelaksanaan Natal dan Tahun Baru disampaikannya harus ditindak tegas.

2018-12-23 23:15:00
Hari Natal
Advertisement

Anggota Komisi III Ahmad Sahroni menekankan keberhasilan pengamanan dilakukan Polri melakukan pengamanan Natal dan perayaan Tahun Baru bisa menggambarkan siap tidaknya menghadapi pelaksanaan Pemilu serentak 2019.

Perayaan Natal dan Tahun Baru kali ini dianggap Sahroni sangat krusial. Hal ini mengingat pelaksanaan Pemilu serentak akan berlangsung empat bulan ke depan.

"Aman tidaknya perayaan Natal dan Tahun Baru kali ini akan memberikan gambaran kesiapan Polri meredam gangguan saat Pilpres yang tinggal hitungan bulan saja. Terlebih Pemilu serentak masih berpotensi munculnya penggunaan SARA yang menimbulkan disharmonisasi," katanya, Minggu (23/12).

Advertisement

Dia mengingatkan Polri tak boleh lengah dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru, khususnya terhadap aksi teror. Pelaku yang mencoba merusak tatanan harmonis kerukunan umat beragama dengan aksi bom di gereja ataupun tempat lain saat pelaksanaan Natal dan Tahun Baru disampaikannya harus ditindak tegas.

Selain itu, Sahroni meminta Polri mencermati dan menganalisa rangkaian teror bom yang terjadi pada tahun ini. Seperti lima bom yang diledakkan di Surabaya oleh para pelaku teror pada tanggal 13-14 Mei lalu.

"Jangan lengah terhadap aksi teror. Saya yakin Polri telah melakukan pemetaan dengan baik dan mampu mengamankan potensi gangguan yang akan muncul," ujarnya.

Advertisement

Sementara itu, Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, sebanyak 94.946 personel disiagakan untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru. Pengamanan dibuat dalam skema prioritas satu dan prioritas dua.

Total kekuatan untuk Polda yang masuk prioritas satu, sebanyak 69.080 personel. Sementara 1/3 personel Polri dikerahkan untuk pengamanan Polda berkategori prioritas dua.

Polda yang termasuk prioritas satu yakni Polda Sumatera Utara, Lampung, Banten, Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, Maluku, NTT, dan Papua. Sementara 21 polda kategori prioritas dua diantaranya Polda Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, NTB, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Barat.

Dengan objek pengamanan sebanyak 57.946 lokasi dengan fokus terbesar tempat ibadah, Dedi menuturkan pengamanan bersinergi dengan TNI, pemda, ormas,,dan stakeholder terkait.

Baca juga:
940 Polisi Disiagakan Cegah Aksi Terorisme Jelang Natal & Tahun Baru di Riau
167.783 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Natal dan Tahun Baru di NTT
Polisi Akan Tindak Ormas yang Lakukan Sweeping Saat Natal dan Tahun Baru
Polres Tangerang Musnahkan Ribuan Miras dan Petasan
Kapolda Jabar Jamin Perayaan Natal dan Tahun Baru Aman dan Lancar

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.