Pengamanan Ketat Operasi Ketupat Jakarta Barat: 1.353 Personel Jaga 218 Titik Vital
Sebanyak 1.353 personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Ketupat Jakarta Barat untuk mengamankan 218 titik vital, memastikan kelancaran arus mudik dan aktivitas masyarakat.
Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat mengerahkan ribuan personel gabungan dalam Operasi Ketupat yang berlangsung selama tujuh hari, mulai 13 hingga 19 Maret 2026. Pengerahan ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kelancaran berbagai aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.
Sebanyak 1.353 personel dari berbagai unsur dikerahkan untuk menjaga 218 titik vital di seluruh Jakarta Barat. Titik-titik ini mencakup tempat ibadah, terminal, stasiun, serta lokasi wisata dan pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, menyatakan bahwa operasi ini berfokus pada pelayanan, pengaturan, dan pengamanan terpadu. Hal tersebut dilakukan mengingat tingginya intensitas kegiatan masyarakat selama periode tersebut.
Pengamanan Terpadu di Berbagai Objek Vital Jakarta Barat
Dalam rangka Operasi Ketupat Jakarta Barat, pengamanan difokuskan pada 218 objek vital yang tersebar di seluruh wilayah. Objek-objek ini meliputi tempat ibadah, terminal, stasiun, tempat wisata, pusat perbelanjaan, lokasi ziarah, dan objek vital lainnya.
Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi menjelaskan, pengerahan personel gabungan ini merupakan upaya preventif. Tujuannya adalah untuk menjaga situasi tetap kondusif selama periode libur panjang dan mudik.
Tujuh posko utama telah didirikan di berbagai titik strategis di Jakarta Barat untuk mendukung kelancaran operasi. Selain itu, satu posko terpadu juga beroperasi di Terminal Kalideres, siap melayani masyarakat.
Setiap posko utama diisi oleh 23 personel Polri yang didukung oleh instansi terkait lainnya, sementara posko terpadu di Terminal Kalideres memiliki 65 personel Polri. Mereka bertugas memberikan pelayanan dan pengamanan selama 24 jam tanpa henti.
Peningkatan Arus Penumpang dan Kunjungan Wisatawan Selama Operasi Ketupat
Selama tujuh hari pelaksanaan Operasi Ketupat, volume penumpang mudik menunjukkan peningkatan signifikan di beberapa titik transportasi. Hal ini mencerminkan mobilitas tinggi masyarakat menjelang dan selama periode libur.
Di Terminal Kalideres, tercatat 1.022 bus kedatangan membawa 2.964 penumpang, sementara 925 bus keberangkatan mengangkut 14.000 penumpang. Angka ini menunjukkan aktivitas mudik yang cukup padat di salah satu terminal utama Jakarta Barat.
Terminal Bantuan Grogol juga mengalami peningkatan, dengan 829 bus kedatangan membawa 206 penumpang dan 829 bus keberangkatan mengangkut 1.529 penumpang. Sementara itu, Stasiun Jakarta Kota mencatat 64.155 penumpang tiba dan 45.059 penumpang berangkat.
Eskalasi massa juga terlihat di lokasi-lokasi wisata unggulan Jakarta Barat, termasuk kawasan Kota Tua. Tercatat 11.371 wisatawan domestik dan 441 wisatawan mancanegara mengunjungi area tersebut, menunjukkan daya tarik wisata yang tinggi.
Sumber: AntaraNews