Pengamanan Idul Fitri di Jatim libatkan Densus 88
Densus 88 fokus mengantisipasi ancaman teror.
Pengamanan Hari Raya Idul Fitri di wilayah Jawa Timur tahun ini sedikit berbeda. Sebab, kali ini Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri ikut dilibatkan mengawal perayaan lebaran.
Untuk mengantisipasi serangan aksi terorisme, nantinya mereka semua akan berkoordinasi dengan pasukan dari Brigade Mobile (Brimob) dan tim Gegana, yang ikut mengamankan dan melakukan patroli di jalan.
"Untuk mengantisipasi seperti itu (teroris), kita sudah diback up langsung dari tim Densus 88," kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Anton Setiadji, di sela-sela meninjau kesiapan pasukan, Rabu (29/6).
Anton menyatakan, kekuatan personel dalam operasi Ramadniya (Ramadan dan Hari Raya) Semeru tahun ini sebanyak 12.197 pasukan. Mereka terdiri dari Polda Jatim ada 465 personel, kemudian Polres jajarannya sebanyak 11.732, Brimob 7 SSK ditambah 2 SST, dan Sabhara 5 SSK.
Serta dibantu dari TNI sebanyak 1.437 orang dan instansi lainnya 5.329 personel. Nantinya, semua akan disebar di seluruh posko mudik Ramadniya di Jawa Timur.
Tugas mereka mengamankan wilayah Jawa Timur dari tindak kejahatan maupun menekan angka kecelakaan. Terutama kejahatan jenis bajing loncat, yang selama ini sering terjadi di Situbondo.
"Sudah saya instruksikan ke semua jajaran polisi di Jawa Timur, untuk mengamankan daerahnya masing-masing, baik itu bajing loncat, pencurian di rumah maupun di jalan. Jangan sampai lengah," ucap Anton.(mdk/ary)