LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pengalaman Ridwan Kamil Makan Mie 20 Menit di Warung

Pria yang akrab disapa Emil ini mencoba makan di sebuah warung di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) di sela blusukan memberikan bantuan sosial untuk warga yang yang tidak masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

2021-07-28 19:04:19
Ridwan Kamil
Advertisement

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku sudah merasakan makan dengan aturan 20 menit di masa perpanjangan PPKM darurat. Meski kerepotan, namun ia meminta aturan ini harus disikapi dengan bijak.

Pria yang akrab disapa Emil ini mencoba makan di sebuah warung di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) di sela blusukan memberikan bantuan sosial untuk warga yang yang tidak masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Di Lembang kemarin saya coba makan Indomie telor selama 20 menit, terus ngos-ngosan. Suapan pertama makan indomie telor saya hitung langsung 30 detik," katanya di Bandung, Rabu (28/7).

Advertisement

Meski demikian, mantan Wali Kota Bandung ini mengatakan, aturan 20 menit makan di tempat sudah keputusan pemerintah pusat karena pertimbangan faktor kesehatan

Maka dari itu, semua pihak, baik masyarakat dan pengusaha tempat makan harus patuh dengan kebijakan tersebut. "Jangan yang kayak piknik, makan santai, tapi lebih ke fungsional langsung," terang dia.

Diketahui, pemerintah menerapkan pembatasan waktu makan pengunjung maksimal 20 menit di warung atau tempat makan sejenis pada daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam Inmendagri berharap adanya pengawasan dari Satpol PP dan bantuan TNI-Polri.

Advertisement

"Memastikan bahwa aturan ini bisa tegak. Mulai dari persuasif, pencegahan, sosialisasi, sampai ke langkah-langkah koersif tentunya dengan cara-cara yang santun dan tidak menggunakan kekuatan yang berlebihan, excessive use of force yang kontraproduktif," kata Tito dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/7).

Oleh sebab itu, saat makan Tito berharap tidak membuat aksi atau kegiatan yang membuat terjadinya droplet hingga berbicara saat makan. Aturan tersebut kata Tito pun sudah diterapkan di beberapa negara.

Baca juga:
Bansos dan Insentif Pemerintah saat PPKM Dinilai sebagai 'Sabuk Pengaman'
Syarat Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh: Kartu Vaksin dan Hasil Tes Covid-19 Negatif
Satgas Penanganan Covid-19 Garut Targetkan Level PPKM Turun Lagi dalam 2 Minggu
Nyaris Tak Beroperasi saat PPKM, Begini Nasib Usaha Jasa Mainan Anak di Tanjungbalai
Tolak Perpanjangan PPKM, Pedagang di Kota Serang Kibarkan Bendera Putih
Mendagri: Penurunan Kasus Positif di Indramayu Bukti Keberhasilan PPKM
Camat Klaim Kembangan Bebas dari Zona Merah Covid-19 Akibat Penerapan PPKM

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.