LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pengakuan Warga Diperiksa Polisi Usai Unggah Video Ibu Hamil Ditandu di Jalan Rusak

Sesampainya di Polsek Panggarangan sekira pukul 23.30 Wib. Dia diperiksa dan harus menginap di kantor polisi. Keesokan harinya, telepon genggam miliknya diminta oleh petugas kepolisian.

2020-11-09 11:36:24
Foto Viral
Advertisement

Baharudin, warga Banten yang mengunggah video ibu hamil ditandu di jalan rusak dan menjadi viral di di media sosial, mengakui dijemput oleh orang kepala desa Barunai, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak. Menurut pengakuannya, dia dijemput karena video tersebut membuat pro kontra.

"Katanya membuat pro dan kontra, ya terus saya dijemput lah. Namanya saya tidak tahu, pokoknya dari pihak desa, saja. Perkiraan dijemput setelah magrib, dijemput sama dua orang mukanya kenal tapi namanya tidak tahu,"kata Badrudin kemarin.

Badrudin menceritakan, alasan penjemput awalnya untuk diajak ke rumah ketua RT. Tapi ternyata ke rumah kepala desa Barunai di Kampung Cimuncang.

Advertisement

"Dari rumah lurah, ngomong masalah ini (unggahan video) saja gitu, terus saya dijemput sama polisi. Perkiraan saja pukul 10 malam. Polisi dua orang, dia pakai motor awalnya, tapi ke kantor polsek nya pakai mobil, tidak diborgol,"ungkapnya.

Sesampainya di Polsek Panggarangan sekira pukul 23.30 Wib. Dia diperiksa dan harus menginap di kantor polisi. Keesokan harinya, telepon genggam miliknya diminta oleh petugas kepolisian.

"Malam itu nginep di kantor pemeriksaan, di ruang pemeriksaan, tidur di bangku. Ya suruh tidur di sana. Paginya bangun habis itu saya ke kantin, diperkisa hari selasa sekitar pukul 3 sore. Ditanya-tanya gitu, ditanya masalah status, kata dia masuk UU ITE," ujar Badrudin.

Advertisement

Dalam pemeriksaan itu, Badrudin tidak didampingi pengacara. Keluarga Badrudin baru datang sekitar jam 2 siang untuk mendampingi. Dia mengaku khawatir dengan nasibnya.

"Musyawarah di sana (polsek) sama kepala desa, sama kang Oman, kang Makmun dan pak RT dari sini. Kalau dalam tekanan tidak sih. Cuma takut saja. Tidak tahu kalau status saya masuk UU ITE. Siapa sih yang tidak takut di hukum," katanya.

Sementara itu Kapolda Banten Irjen pol Fiandar belum mendapatkan informasi terkait hal itu.

"Yang mana? posting? Di polda atau dimana? Oh nanti itu ke Polres saja ya. Saya belum monitoring, nanti saya dalami dulu ya," singkat Kapolda.

Baca juga:
Viral Ibu Hamil Ditandu, Gubernur Banten Akui Jalan di Lebak Jelek-Jelek
Gubernur Desak Jalan Lintas Riau-Sumbar yang Amblas Segera Diperbaiki
4 Fakta Tikungan Curug Raya Jaktim yang Viral, Sudah Bikin Celaka Puluhan Kendaraan
Jalan Rusak, Seorang Warga di Mamuju Ditandu Sejauh 8 KM Demi Berobat ke Puskesmas
Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak
Ruas Jalan Kelok 44 Agam Ditutup Akibat Amblas 10 Meter di Kelok 10

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.