LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pengakuan pelaku penyelundupan ekstasi asal Jerman, pernah lolos & simpan di pembalut

Pelaku juga dibekali cara khusus supaya lolos dari pemeriksaan badan yang menggunakan alat pendeteksi metal (metal detector). Caranya, semua properti yang dia kenakan tak boleh terbuat dari besi.

2017-12-27 22:20:33
Kasus Narkoba
Advertisement

Tersangka DCS alias C ditangkap tim Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya akibat membawa 20.000 pil ekstasi asal Jerman. Wanita ini mengaku telah lima kali menjadi kurir jaringan narkotika Malaysia-Indonesia.

"Kalau saya sudah 5 kali disuruh. Artinya saya pernah jadi kurir dari Malaysia ke Indonesia," kata C di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (27/12).

Lewat jalur penerbangan, dari hasil lima kali menjadi kurir itu, dirinya pernah lolos dari pemeriksaan petugas bandara. Salah satunya menggunakan pembalut wanita sebagai alat untuk menyelipkan barang haram tersebut.

Advertisement

"Naik pesawat. Caranya orang yang memberikan barang itu (pil ekstasi) memberikan kita dari sana seperti pembalut wanita," ungkapnya.

Dirinya juga dibekali cara khusus supaya lolos dari pemeriksaan badan yang menggunakan alat pendeteksi metal (metal detector). Caranya, semua properti yang dia kenakan tak boleh terbuat dari besi.

"Kemudian diharuskan jangan memakai pakaian yang ada pernak-pernik logamnya agar bisa melewati metal detector, nggak boleh ada besi," tukasnya.

Advertisement

C juga bercerita dirinya pernah lolos dari pemeriksaan petugas bandara di Kuala Lumpur, Malaysia saat membawa pil ekstasi. Dia mengaku selalu disuruh melalui Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 2 karena pengawasan petugas bandara yang lengah.

"Jadi kalau mau pulang (ke Indonesia) wajib menggunakan Air Asia, harus melalui Bandara KLIA 2, tidak boleh melalui bandara KLIA 1. Di KLIA 2, karena memang pengamanannya sangat kurang, tidak ada cek bodi sama sekali," jelasnya.

Dirinya pun berkoordinasi dengan jaringannya menggunakan aplikasi WeChat dan keuntungannya menjadi kurir ekstasi sebesar 10 Juta rupiah.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dan Bea Cukai berhasil menggagalkan jaringan internasional peredaran Narkotika jenis Amfetamin (Ecstasy) yang dikirim dari Jerman ke Jakarta dengan barang bukti sebanyak 20.000 butir ekstasi. Tiga tersangka yang berhasil di amankan berinisial DCS alias C, ABL alias AB dan SDN alias D.

Selain ekstasi, kepolisian melakukan pengembangan dan menggeledah kediaman tersangka di tiga tempat berbeda. Totalnya, aparat berhasil mendapatkan narkotika jenis Metamfetamin (sabu) sebanyak 200 gram.

Rencananya, barang haram itu akan diedarkan pada tahun baru nanti. "Untuk ekstasi yang berjumlah 20 ribu butir ini kita tahu bahwa akan ada pengiriman dari Jerman, diperuntukan untuk tahun baru," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan di lokasi yang sama.

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.