Penemu bocah hilang di Monas ikhlas dibayar terima kasih
"Saya tidak kecewa, saya senang sudah ditemukan," ujar pria lima anak yang ditinggal istrinya jadi TKI ke Arab itu.
Muhammad Aja Suharja, pemilik persewaan sepeda keliling di kawasan Monumen Nasional (Monas), mengaku senang akhirnya Alma Aini Hakim (7), bertemu orangtuanya. Aja, pria 39 tahun, itu tidak meminta imbalan apapun meski sudah berjasa merawat Alma, si anak hilang saat acara Jakarta Marathon, Minggu, 27 Oktober 2013 lalu.
Sejak hilang empat hari lalu, Alma memang tinggal bersama Aja di kawasan Monas. Aja merawatnya, memberi makan dan minum, memberi baju dan tempat tidur. "Empat hari tinggal sama saya, dia kelihatannya mulai akrab sama Uci (Suci Ramadhani)," kata Aja kepada merdeka.com, Kamis (31/10).
Suci Ramadhani, anak keempat Aja, memang yang pertama kali bertemu dengan Alma. Ceritanya, waktu itu usai Jakarta Marathon, di sekitar pelataran Monas memang sedang ramai. Banyak orang-orang berseliweran di sana. Uci, sapaan akrab Suci Ramadhani, selama ini ikut membantu Aja menjaga tempat persewaan sepeda itu.
Namun Minggu sore itu, mendadak Uci menghilang. Aja sempat mencari keberadaan putrinya. Setelah beberapa menit mencari, akhirnya dia menemukan Uci sedang mengobrol dengan Alma di dekat penjual gorengan. "Ternyata sampai malam kok ga ada yang jemput Alma. Saya tanya, datang sama siapa, dia jawab 'datang sama tantenya, tapi tantenya hilang'," ujar Aja.
Akhirnya Aja mengajak Alma dan Uci ke tempat peristirahatan di kawasan monas. Di sana mereka tinggal dengan menggelar tikar sebagai alas tidur. Selama empat hari itu Alma semakin akrab dengan Uci. Mereka berdua sering bermain-main bersama dengan naik sepeda di sekitar monas.
"Selama empat hari Alma diajari Uci naik sepeda sampai bisa. Mereka sering keliling Monas. Terakhir hari keempat, ketika mereka keliling, ternyata tidak balik-balik. Kurang lebih 30 menit saya tunggu tidak datang-datang," ujarnya.
Kemudian Uci malah pulang sendiri. Dia bilang Alma sudah bertemu orang tuanya di rumah singgah di kawasan Monas. "Lalu saya datang ke sana, ternyata benar sudah orang tuanya sudah ada. Alhamdulillah sudah ditemukan," terangnya.
Apakah Pak Aja mendapat hadiah? Dia menjawab tidak. "Orang tuanya hanya bilang terima kasih, dan berjanji bakal main ke tempat saya (tempat penyewaan sepeda di sekitar Monas) nanti. Saya tidak kecewa, saya senang sudah ditemukan," ujar pria lima anak yang ditinggal istrinya jadi TKI ke Arab Saudi itu.
Sebelumnya, Alma Aini Hakim, anak perempuan yang hilang di Monas, Sabtu pekan lalu akhirnya ditemukan. Anak pasangan Roy Julian Hakim (42) dan Viala Dewi Lolita (40) tersebut ditemukan oleh Nisa Dwisa Karsinia (Nia).
Alma pertama kali ditemukan oleh tukang sewa sepeda keliling bernama Aja Suharja pada hari Minggu (27/10). Setelah ditemukan kemudian Alma dibawa ke rumah singgah yang masih berada di kawasan seputar Monas.
"Anak kecil itu ditemukan tadi sekitar jam 17.00 WIB di pelataran Monas. Dia ditemukan Nia setelah anak kecilnya sudah dirawat sama Ada, si tukang penyewa sepeda keliling," kata petugas Pos Pol Patung Kuda Monas yang enggan disebut namanya.
Menurut dia, Nia mendapatkan info anak hilang tersebut dari siaran radio dan beberapa broadcast message BlackBerry Messenger yang telah beredar sejak beberapa hari yang lalu. Setelah mendapati kabar tersebut, Nia yang sering berkunjung ke Monas akhirnya iseng mencari anak tersebut karena merasa tersentuh hatinya.
"Yang menemukan namanya Nisa Dwisa Karsinia, Ibu Nia. Dia iseng nyari ke Monas tadi sore. Dia dapat info anak hilang dari radio sama broadcast message BBM katanya," ujarnya.(mdk/mtf)