Penembakan mobil di Bandung diduga buntut salah paham masalah wanita
Truno menyebut bahwa perselisihan terjadi karena wanita di kelompok Hani dihampiri oleh pengunjung lain. Karena teman prianya tidak terima, ada perselisihan hingga dibawa ke luar tempat hiburan.
Awal mula penembakan misterius di Kota Bandung diduga berawal dari adu mulut di tempat hiburan. Penyebab keributan adalah kesalahpahaman terkait teman wanita.
Hal itu terungkap dalam prarekonstruksi yang dilakukan oleh Satreskrim Polrestabes Bandung, Senin (3/9/2018) malam.
Dari pantauan, prarekonstruksi dilakukan di sebuah tempat hiburan di kawasan Sulanjana, Kota Bandung. Selain di dalam ruangan, hal itu pun dilakukan di luar ruangan.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan dalam prarekontruksi polisi melibatkan ada 11 orang untuk mengulang kejadian. Mereka adalah teman Hani (korban penembakan) dan juga beberapa saksi mata.
Truno menyebut bahwa perselisihan terjadi karena wanita di kelompok Hani dihampiri oleh pengunjung lain. Karena teman prianya tidak terima, ada perselisihan hingga dibawa ke luar tempat hiburan.
"Sejauh ini memang sudah terlihat gambaran, memang ada percekcokan antara kelompok korban dengan kelompok lain," katanya saat ditemui di lokasi kejadian.
"Namun kami belum bisa menyimpulkan apakah percekcokan di tempat hiburan malam ini berkaitan dengan penembakan di area gerbang tol Pasteur," sambungnya.
Ia pun belum bisa membenarkan saat perkelahian, kedua kelompok dalam pengaruh minuman keras.
Sebelumnya, pihak Kepolisian sudah mengidentifikasi penembak misterius mobil yang melukai perempuan bernama Hani (21). Meski belum berhasil mengungkap, diketahui pelaku berjumlah dua orang.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M. Yoris mengatakan bahwa peristiwa penembakan terjadi sebelum mobil yang dikendarai korban memasuki tol Pasteur.
Jarak tembak pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor diperkirakan 100 meter dari mobil. "Sejauh ini yang sudah kita dapatkan pelaku menggunakan sepeda motor sebanyak dua orang berboncengan," ujar Yoris di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Senin (3/8/2018).
Sejumlah petunjuk pun didapatkan berupa proyektil peluru yang ditemukan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) dan yang bersarang di tubuh korban. Untuk mengetahui jenis senjata api yang digunakan, barang bukti tersebut akan dibawa ke puslabfor Mabes Polri.
"Tembakannya hanya satu kali diarahkan ke bagian belakang mobil. Setelah menembus mobil, peluru pecah dan ada yang masuk ke bagian leher salah seorang penumpang," terangnya.
Satreskrim pun sudah melakukan pemeriksaan terhadap 13 orang saksi dan memeriksa delapan cctv, sekaligus menyelidiki adanya pertikaian antara teman korban dan beberapa orang diduga pelaku di salah satu tempat hiburan di Kota Bandung.
"Sekarang tim sedang bekerja untuk bisa mencari motif dan juga berusaha mendapatkan pelaku," jelas Yoris.
Diberitakan sebelumnya, sebuah mobil yang sedang melintas di kawasan Pasteur, Kota Bandung ditembak oleh orang tidak dikenal. Seorang penumpang perempuan terkena proyektil peluru di bagian leher.
Dari informasi yang diterima, peristiwa itu terjadi pada Jumat (30/8/2018) pukul 04.00 WIB. Di dalam mobil, terdapat lima penumpang dengan sopir bernama Salim (30).
Awalnya, Salim yang merupakan warga Purwakarta berangkat dengan rombongan dua mobil menuju daerah Jalan Dago, Kota Bandung.
Sekitar pukul 01.00 WIB, temannya yang bernama Mahmudi (26) terlibat pertikaian dengan dua orang yang tidak dikenal di salah satu tempat hiburan. Karena menimbulkan ketidaknyamanan, keduanya dilerai oleh juru parkir.
Pada pukul 03.30 WIB, saat rombongan pulang dari kawasan Dago, di Jalan Tol Pasteur mobil Avanza, Nopol : B 1963 PZY yang dikendarainya diduga ditembak. Mobil tersebut diisi oleh Salim dan Mahmudi yang duduk didepan. Sdangkan di bagian belakang, diisi oleh tiga perempuan, yakni Bela, Mita dan Hani yang duduk di bagian paling kanan.
Hani sendiri sudah menjalani operasi di RS Hasan Sadikin. Tim kedokteran berhasil mengeluarkan proyektil peluru di bagian lehernya.
Baca juga:
Korban penembakan di Bandung alami pelemahan otot tangan dan kaki
Penembakan di dekat Tol Pasteur diduga dua orang mengendarai motor
Dokter keluarkan serpihan peluru dari leher korban penembakan di Tol Pasteur
Wanita korban penembakan di gerbang Tol Pasteur dioperasi
Mobil ditembak orang tak dikenal di Bandung, leher penumpang wanita kena peluru