Penderita HIV/AIDS di Bekasi masih tinggi
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Kusnanto Saidi, menjelaskan jumlah penderita HIV hingga Oktober 2016 mencapai 3.434 kasus, sedangkan AIDS mencapai 1.206 kasus.
Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat jumlah penderita HIV/AIDS di wilayah setempat mencapai 5.255 kasus sepanjang 2016. Jumlah itu meningkat dibanding pada tahun lalu sebanyak 4.640 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Kusnanto Saidi, menjelaskan jumlah penderita HIV hingga Oktober 2016 mencapai 3.434 kasus, sedangkan AIDS mencapai 1.206 kasus.
"Tingginya jumlah kasus HIV/AIDS, bukan berarti jumlah penderitanya. Ini karena kita maksimal melakukan pendeteksian," kata Kusnanto, Senin (5/12).
Pihaknya memperkirakan jumlah penderita penyakit tersebut lebih banyak lagi. Karena itu, pihaknya akan terus menggali penderita penyakit tersebut. Sebab, mayoritas penderita penyakit itu selalu menutup diri.
"Karena kinerja yang maksimal itu, jadi kasusnya baru terungkap oleh kami sekarang ini," jelas Kusnanto.
Menurutnya, dari sembilan kecamatan yang ada di Kota Bekasi, potensi penyebaran penyakit HIV/AIDS yang paling tinggi berada di Kecamatan Pondokgede. Kemudian disusul oleh Kecamatan Jatisampurna sebagai peringkat nomor dua.
"Di sana banyak tempat penyebaran seks seperti warung remang-remang, sehingga potensi penyebarannya cukup tinggi," kata dia.
Kusnanto menjelaskan, untuk mengurangi penyebaran angka HIV/AIDS, diperlukan keterlibatan semua pihak. Terutama dukungan keluarga dan pendampingan lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya. Sebab, ucap dia, hingga kini belum ada obat yang menyembuhkan secara total terkait penyakit AIDS.
"Ada obat yang dapat menekan pertumbuhan virus AIDS, sehingga mampu menghambat perkembangan, dan hal itu akan memperpanjang usia hidup penderitanya," katanya.
Karena itu, pihaknya akan memaksimalkan peran dari Pelayanan Terapi Rumatan Metadon (PTRM) di Puskesmas Pondokgede dan RSUD Kota Bekasi. Ke depan, kata dia, Puskesmas Jatisampurna juga akan menerapkan pengobatan PTRM terhadap penderita HIV.
"Kita juga telah mengerahkan ribuan kader yang bertugas mensosialisasikan bahaya penyakit HIV/AIDS, dengan begitu masyarakat bisa menjaga perilaku yang berisiko pada penyakit tersebut," kata Kusnanto.
Dia menambahkan, penderita HIV/AIDS didominasi dari usia produktif antara 20 tahun sampai 29 tahun. Sebab mereka yang memiliki uang berlebih dan minim keimanan akan terjerumus pada hal negatif.
"Penderita HIV/AIDS biasanya dipicu oleh berbagai macam faktor. Misalnya, bergonta-ganti pasangan seks dan penggunaan jarum suntik secara bergantian," ujarnya.
Baca juga:
Awas, 5 kebiasaan ini bisa bikin kamu terkena HIV/AIDS!
Tanpa berhubungan seks, kamu bisa tertular AIDS dengan 5 cara ini
Ketika ODHA mendambakan buah hati
Gus Ipul sebut pasien HIV/AIDS di Jatim tertinggi setelah Jakarta
Transgender di Malang bagikan kondom ke warga hingga Wali Kota
Peringati Hari AIDS, Komunitas Transgender Malang bagi-bagi kondom