Pencemaran udara di Purwakarta, warga khawatir terserang penyakit
Mereka minta pemerintah setempat segera bertindak.
Pencemaran udara di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, belum teratasi. Bau menyengat menyelimuti sejumlah wilayah di daerah itu.
Paling parah terjadi di Kecamatan Babakan Cikao, dan sebagian wilayah Kecamatan Purwakarta Kota. Menurut warga, bau menyengat diduga berasal dari cerobong asap sejumlah pabrik, di Kecamatan Babakan Cikao.
"Hampir tiap hari, meski waktunya tidak tentu, sangat menyengat. Udara yang dihirup juga terasa panas dan pengap," kata salah seorang warga Desa Maracang, Kecamatan Babakan Cikao, Nina, Jumat (26/2).
Warga menambahkan, bau menyengat akibat pencemaran udara terjadi hampir setiap hari.
"Sampai tadi pagi baunya masih. Parahnya kalau sudah bau pada malam dan dini hari, bahkan sampai-sampai saya sama suami harus membuka pintu dan jendela rumah waktu dini hari, agar bau tidak terlalu menyengat," ujar Nina.
Warga juga khawatir pencemaran udara dapat mengganggu kesehatan. Apalagi bagi mereka yang memiliki anak kecil.
"Takut banget. Apalagi saya punya anak dua. Satunya masih bayi usia lima bulan," ucap Nina.
Warga lainnya meminta supaya Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Purwakarta, buat menindak perusahaan nakal penyebab pencemaran udara di wilayah itu.
"Kalau pabrik atau perusahaannya kami tidak tahu, karena yang kami rasakan pencemaran udara di wilayah kami sudah parah. Pokoknya kami minta pihak terkait bertindak. Ini masalah besar, bukan main-main," kata salah seorang warga Ciseureuh Purwakarta, Saepuloh Amsor.
Meski demikian, belum ada penjelasan dari pihak BLHD Purwakarta, terkait kasus pencemaran udara itu.(mdk/ary)