Pencarian Helikopter P-1103 Hilang Kontak di Bangka Belitung Terkendala Cuaca Buruk
Kabid Humas Polda Babel Kombes Maladi mengatakan untuk pencarian skala kecil, pihaknya menggandeng nelayan setempat.
Petugas hingga kini masih terus melakukan pencarian terhadap korban pesawat Helikopter Polri P-1103 yang masih belum ditemukan. Diketahui, helikopter tersebut mengalami hilang kontak atau lost contact saat mengudara melintasi perairan Kepulauan Bangka Belitung, pada Minggu (27/11), sekira pukul 13.45 Wib.
Kabid Humas Polda Babel Kombes Maladi mengatakan untuk pencarian skala kecil, pihaknya menggandeng nelayan setempat.
"Pencarian skala kecil oleh Polres masih ditekankan kepada para nelayan dan masyarakat untuk membantu," kata Maladi saat dihubungi, Selasa (27/12).
Selain itu, ia mengungkapkan, kendala dalam mencari korban yang masih belum ditemukan yakni cuaca yang masih buruk.
"Lagi-lagi cuaca buruk yang menjadi kendala," ungkapnya.
Lalu, untuk serpihan helikopter pun dijelaskannya hingga kini juga masih belum ditemukan oleh petugas serta nelayan yang masih melakukan pencarian.
"Belum (ditemukan bangkai helikopter) baru serpihan-serpihan seperti kemarin," jelasnya.
Kronologi
Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkap kronologi pesawat Helikopter Polri P-1103 yang mengalami hilang kontak atau lost contact saat mengudara melintasi perairan Kepulauan Bangka Belitung.
"Jadi, awalnya pukul 08.15 Wib dua unit helikopter take off dari Palangkaraya menuju Pangkalan Bun," kata Ramadhan kepada wartawan, Minggu (27/11).
Dimana saat terbang, lanjut dia, pesawat dengan data NBO105/P1103 telah dinyatakan dalam kondisi layak terbang, yang dikemudikan empat orang kru.
Kemudian tiba di pangkalan Bun, sekitar pukul 11.00 Wib. Lalu Helikopter P-1103 kembali melanjutkan penerbangan dengan satu Helikopter nomor P-1113 ke tujuan yang sama, Tanjung Pandan.
"Dari pangkalan Bun, jadi dua helikopter tadi dari pangkalan Bun menuju Tanjung Pandan Belitung dalam kondisi layak terbang, setelah sebelumnya mengisi bahan bakar," jelasnya.
Lalu memasuki pukul 13.45 Wib, posisi kedua Helikopter sempat diterpa cuaca buruk yang mana Pilot Helikopter P-1113 dan Pilot Helikopter P-1103 mengambil keputusan berbeda atas cuaca buruk yang mereka lewati.
"Dimana kapten pilot Helikopter P-1113 mengambil keputusan untuk naik ke ketinggian 5.000 kaki. Dan kapten pilot yang satunya, kapten pilot Helikopter P-1103 mengambil keputusan untuk turun menuju ketinggian 3.500 kaki," ujarnya.
Kemudian sekira pukul 14.00 Wib, Kapten Pilot Helikopter p1113 berusaha memanggil kru helikopter p1103 melalui frekuensi radio helikopter, namun tidak ada jawaban.
"Pukul 14.24 Wib, kapten pilot Helikopter p1113 setelah landing, jadi landing di Bandara Tanjung Pandan dan cek posisi helikopter p1103 di tower. Jadi masih lost contact," ujarnya.
Karena hilang kontak, maka Ramadhan mengatakan, jika pihaknya telah melaporkan kepada Kasidawil Subdit Patroli Poludara dan Dirpoludara
"Jadi, informasinya sampai seperti itu saja. Artinya, kita menyimpulkan lost contact," jelasnya.
(mdk/rhm)